Ruang Praktikum: Ruang Praktikum sebagai Sarana Pembelajaran Mahasiswa STIKES
Ruang praktikum bukan sekadar kelas tambahan. Ini adalah zona latihan aman sebelum terjun ke dunia nyata — tempat di mana mahasiswa STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) belajar menyuntik, menangani persalinan, atau menganalisis obat tanpa risiko langsung pada pasien.
Faktanya:
- 60% kompetensi lulusan ditentukan dari kemampuan praktik (LAM-PTKes, 2025)
- Laboratorium klinis wajib ada di setiap program studi kesehatan
- Semakin modern fasilitasnya, semakin cepat mahasiswa siap kerja
Artikel ini akan membahas:
- Jenis laboratorium di STIKES
- Keterampilan yang dilatih
- Dan tentu saja, informasi dari STIKES ISTARA
Mengapa Ruang Praktikum Sangat Penting bagi Mahasiswa STIKES?
| Alasan | Dampak |
|---|---|
| Transisi dari Teori ke Aplikasi Nyata | Mahasiswa tidak hanya paham “apa”, tapi juga “bagaimana” |
| Minimalkan Risiko Saat Praktik Lapangan | Sudah terbiasa dengan prosedur sebelum ke RS/Puskesmas |
| Bangun Rasa Percaya Diri | Tidak gugup saat harus melakukan tindakan pertama kali |
Sebenarnya, tanpa ruang praktikum, mahasiswa seperti dokter yang langsung operasi tanpa simulasi.
Tidak hanya itu, harus diprioritaskan.
Karena itu, sangat strategis.
Laboratorium Keperawatan: Latihan Injeksi, Infus, dan Perawatan Pasien
| Keterampilan | Contoh |
|---|---|
| Teknik Injeksi (IM, SC, IV) | Gunakan model dummy, ulangi hingga lancar |
| Pemasangan Infus & Regulasi Tetesan | Pelajari alur, cegah infiltrasi |
| Perawatan Luka Minor | Bersihkan, balut steril, dokumentasikan |
Sebenarnya, lab keperawatan = rumah sakit mini milik mahasiswa.
Tidak hanya itu, harus dioptimalkan.
Karena itu, sangat vital.
Simulasi Klinik: Asuhan Mandiri dengan Manekin High-Fidelity
| Fitur Canggih | Manfaat |
|---|---|
| Manekin Bisa Bernapas, Berdetak, Bahkan Merintih | Simulasi kondisi nyata |
| Monitor Vital Digital | Latih respons saat tekanan darah turun drastis |
| Skema OSCE (Objective Structured Clinical Examination) | Uji kompetensi berbasis stasiun |
Sebenarnya, ini adalah cara paling realistis untuk melatih respon darurat tanpa bahaya nyata.
Tidak hanya itu, sangat penting.
Laboratorium Kebidanan: Persalinan Normal, ANC, dan Perawatan Bayi Baru Lahir
| Area Latihan | Deskripsi |
|---|---|
| Simulasi Proses Persalinan | Gunakan boneka bayi dan model panggul |
| ANC (Antenatal Care) | Ukur TFU, DJJ, edukasi ibu hamil |
| Perawatan Neonatus | Skoring APGAR, IMD, imunisasi dasar |
Sebenarnya, setiap detik dalam sim lab bisa menyelamatkan dua nyawa kelak: ibu dan bayi.
Tidak hanya itu, sangat prospektif.
Laboratorium Farmasi: Formulasi Obat, QC, dan Analisis Kimia Klinis
| Aktivitas | Tujuan |
|---|---|
| Formulasi Sediaan Semi Padat (Salep, Krim) | Pelajari basis, stabilitas, homogenitas |
| Quality Control (QC) Sampel Obat | Tes kadar aktif, uji kebocoran kemasan |
| Analisis Kimia Klinis | Baca hasil glukosa darah, ureum, kolesterol |
Sebenarnya, farmasi punya laboratoriumnya sendiri — tak kalah penting dari bidang lain.
Tidak hanya itu, sangat ideal.
Keterampilan yang Dilatih: Teknis, Komunikasi, dan Etika Profesi
| Jenis Keterampilan | Contoh |
|---|---|
| Teknis | Menyuntik, menghitung tetesan infus |
| Komunikasi Terapeutik | Dengarkan pasien tanpa menghakimi |
| Etika Profesi | Jaga kerahasiaan medis, bersikap sopan |
Sebenarnya, praktikum bukan cuma soal tangan — tapi juga hati dan pikiran.
Tidak hanya itu, sangat direkomendasikan.
Pengawasan oleh Dosen & Preceptor: Umpan Balik Langsung dan Real-Time
| Peran Pengajar | Bentuk Dukungan |
|---|---|
| Demonstrasi Langsung | Tunjukkan teknik yang benar |
| Koreksi Instan | “Posisimu kurang stabil, coba seperti ini” |
| Role Model Profesional | Ajarkan disiplin waktu, kerja sama tim |
Sebenarnya, dosen praktikum = mentor, pelindung, dan penilai sekaligus.
Tidak hanya itu, sangat bernilai.

Sebelum Lanjut, Baca Artikel Terkait: Mata Kuliah Inti dalam Program Studi Keperawatan
Sebelum kamu melanjutkan membaca tentang ruang praktikum, sangat disarankan untuk membaca artikel sebelumnya di Blog ini yang membahas kurikulum:
👉 Mata Kuliah Inti dalam Program Studi Keperawatan
Di artikel tersebut, kamu akan menemukan:
- Daftar lengkap MK wajib
- Integrasi antara teori dan praktik
- Standar nasional pendidikan keperawatan
Karena ruang praktikum adalah implementasi nyata dari apa yang dipelajari di kelas.
Baca sekarang, simpan, dan jadikan referensi!
Penutup: Bukan Hanya Soal Alat — Tapi Soal Menjadi Pendidik dan Calon Tenaga Kesehatan yang Visioner, Teliti, dan Bertanggung Jawab demi Keselamatan Pasien
Ruang praktikum bukan hanya ruangan dengan meja panjang dan alat-alat medis.
Ini adalah wujud nyata komitmen institusi terhadap masa depan bangsa — saat kita memilih untuk tidak hanya mengajar, tapi melatih, mendampingi, dan menjamin bahwa setiap lulusan siap menyelamatkan nyawa.
Dan jika kamu ingin kuliah di kampus kesehatan yang benar-benar serius soal kualitas pendidikan dan masa depan lulusannya, maka kamu harus tahu:
👉 STIKES ISTARA
Di sini, kamu akan menemukan:
- Program studi unggulan: S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan
- Kurikulum terintegrasi dengan perkembangan dunia medis terkini
- Fasilitas modern, termasuk laboratorium kesehatan lengkap
- Jaringan kerjasama dengan rumah sakit dan instansi kesehatan
- Aktivitas pengabdian masyarakat rutin untuk latih kepekaan sosial
Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa cepat kamu lulus — tapi seberapa siap kamu menyumbang untuk kemajuan bangsa.
Akhirnya, dengan satu keputusan:
👉 Jadikan integritas sebagai prinsip
👉 Investasikan di ilmu, bukan hanya di gelar
👉 Percaya bahwa dari satu pilihan bijak, lahir karier yang abadi
Kamu bisa menjadi bagian dari generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya hadir — tapi berdampak; tidak hanya ingin naik jabatan — tapi ingin menjadi pelopor dalam pembangunan sistem kesehatan yang lebih manusiawi, adil, dan berkelanjutan.
Jadi,
jangan anggap kuliah hanya soal nilai.
Jadikan sebagai tanggung jawab: bahwa dari setiap catatan, lahir kompetensi; dari setiap praktikum, lahir kepercayaan; dan dari setiap “Alhamdulillah, saya akhirnya lulus dengan predikat baik” dari seorang mahasiswa, ada pilihan bijak untuk tidak menyerah, tidak mengabaikan, dan memilih bertanggung jawab — meski harus belajar dari nol, gagal beberapa kali, dan rela mengorbankan waktu demi memastikan pendidikan anak tetap menjadi prioritas utama.
Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dihasilkan — tapi seberapa jauh kamu berkembang.
Sebenarnya, alam tidak butuh kita.
Tentu saja, kita yang butuh alam untuk bertahan hidup.
Dengan demikian, menjaganya adalah bentuk rasa syukur tertinggi.
Padahal, satu generasi yang peduli bisa mengubah masa depan.
Akhirnya, setiap tindakan pelestarian adalah investasi di masa depan.
Karena itu, mulailah dari dirimu — dari satu keputusan bijak.


