Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Cocok untuk Kamu yang Suka Belajar Langsung
Tidak semua orang nyaman belajar hanya dengan membaca buku, mendengarkan penjelasan dosen, atau mengerjakan tugas tertulis. Ada mahasiswa yang justru lebih cepat memahami materi ketika bisa melihat contoh, mencoba prosedur, menggunakan peralatan, dan mendapatkan pengalaman secara langsung.
Karakter seperti ini cukup cocok dengan sejumlah jurusan kesehatan banyak praktik. Bidang kesehatan memang tidak hanya membutuhkan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan yang harus dilatih secara bertahap. Mahasiswa perlu memahami konsep sekaligus belajar menerapkannya dalam situasi yang menyerupai kondisi pelayanan kesehatan.
Di STIKES Istara Nusantara, misalnya, Program Studi S1 Keperawatan mencakup praktikum di laboratorium keperawatan dan praktik klinik di rumah sakit serta puskesmas mitra. D3 Kebidanan juga memiliki keterampilan praktis melalui laboratorium kebidanan serta praktik lapangan di rumah sakit, klinik bersalin, dan puskesmas.
Hal tersebut membuat pendidikan kesehatan menarik bagi calon mahasiswa yang lebih menyukai pola belajar aktif dan aplikatif.
Apa yang Dimaksud Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik?
Istilah “banyak praktik” tidak berarti seluruh kegiatan kuliah dilakukan di laboratorium atau rumah sakit. Mahasiswa tetap akan mengikuti pembelajaran teori, membaca referensi, mengikuti diskusi, mengerjakan tugas, melakukan ujian, dan mempelajari konsep dasar sesuai bidangnya.
Praktik berfungsi sebagai sarana untuk menghubungkan teori dengan keterampilan.
Dalam pendidikan kesehatan, proses tersebut penting karena mahasiswa nantinya akan berhadapan dengan kondisi nyata yang membutuhkan ketelitian, komunikasi, pengambilan keputusan, serta kemampuan mengikuti prosedur.
Kementerian Kesehatan juga menempatkan kompetensi sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan tenaga kesehatan. Regulasi kesehatan membedakan antara pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan praktik, sehingga pembelajaran berbasis keterampilan menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari pendidikan tenaga kesehatan.
Kenapa Banyak Mahasiswa Memilih Jurusan yang Ada Praktiknya?
Model pembelajaran praktik memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran yang sepenuhnya berorientasi pada teori.
Ketika mengikuti praktikum, mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah konsep diterapkan. Mereka juga bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi dengan arahan dosen atau instruktur.
Beberapa manfaat pembelajaran praktik antara lain:
- Membantu memahami materi secara lebih konkret
- Melatih koordinasi antara teori dan keterampilan
- Membiasakan mahasiswa mengikuti prosedur
- Mengembangkan kemampuan komunikasi
- Melatih ketelitian dan tanggung jawab
- Membantu mahasiswa mengenali lingkungan kerja kesehatan
Namun, mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan akademik yang baik. Praktik tanpa pemahaman teori dapat membuat proses belajar menjadi kurang maksimal.
S1 Keperawatan Termasuk Jurusan yang Banyak Praktik?
S1 Keperawatan merupakan salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang tertarik pada bidang pelayanan kesehatan dan pembelajaran klinis.
Di STIKES Istara Nusantara, program S1 Keperawatan mencakup mata kuliah keperawatan dasar, medikal bedah, keperawatan anak, dan keperawatan jiwa. Program tersebut juga dilengkapi praktikum di laboratorium keperawatan serta praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra.
Artinya, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep mengenai keperawatan melalui materi perkuliahan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran laboratorium dan pengalaman klinis sesuai kurikulum.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Program Studi S1 Keperawatan STIKES Istara, informasi mengenai materi dan bentuk pembelajarannya dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum memilih program studi.Informasi mengenai regulasi tenaga kesehatan juga dapat dilihat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
D3 Kebidanan, Cocok untuk yang Suka Belajar Langsung
D3 Kebidanan juga memiliki karakter pembelajaran yang cukup aplikatif.
Mahasiswa mempelajari asuhan kebidanan yang berkaitan dengan ibu hamil, persalinan, masa nifas, serta bayi baru lahir. Di STIKES Istara Nusantara, pembelajaran tersebut didukung oleh keterampilan praktis di laboratorium kebidanan dan praktik lapangan di rumah sakit, klinik bersalin, serta puskesmas.
Bagi calon mahasiswa yang lebih menyukai kegiatan simulasi dan praktik, karakter pembelajaran seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, kebidanan bukan sekadar keterampilan teknis. Mahasiswa juga harus memahami teori, etika, komunikasi, keselamatan pasien, dan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga: Profesi Ners Setelah S1 Keperawatan, Apa Saja Tahapan yang Harus Dilalui?

S1 Kesehatan Masyarakat Apakah Banyak Praktik?
S1 Kesehatan Masyarakat memiliki bentuk praktik yang berbeda dari keperawatan atau kebidanan.
Jika keperawatan dan kebidanan banyak berkaitan dengan keterampilan klinis, kesehatan masyarakat lebih banyak berhubungan dengan populasi, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi masyarakat, serta manajemen pelayanan kesehatan.
Di STIKES Istara Nusantara, program S1 Kesehatan Masyarakat mencakup epidemiologi, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, manajemen pelayanan kesehatan, dan program promosi kesehatan berbasis masyarakat.
Jadi, ketika mencari jurusan kesehatan banyak praktik, calon mahasiswa sebaiknya tidak langsung mengartikan praktik sebagai kegiatan di rumah sakit.
Praktik juga dapat berupa kegiatan lapangan, observasi, pengumpulan data, simulasi, promosi kesehatan, atau aktivitas lain sesuai kompetensi program studi.
Laboratorium Menjadi Bagian Penting dalam Pembelajaran
Laboratorium merupakan salah satu fasilitas yang dapat membantu mahasiswa berlatih sebelum menghadapi lingkungan praktik yang lebih kompleks.
STIKES Istara Nusantara mencantumkan beberapa laboratorium yang mendukung pembelajaran program studinya, termasuk laboratorium keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat. Laboratorium keperawatan digunakan untuk keterampilan dasar dan klinis, sedangkan laboratorium kebidanan mendukung simulasi asuhan kebidanan ibu dan anak.
Keberadaan laboratorium memungkinkan mahasiswa berlatih dengan pendekatan yang lebih terstruktur.
Biasanya proses pembelajaran praktik dapat mencakup:
- Penjelasan prosedur oleh dosen atau instruktur
- Demonstrasi keterampilan
- Latihan mahasiswa
- Koreksi atau evaluasi
- Pengulangan prosedur
- Penilaian kompetensi
Dengan pola seperti ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sebelum menghadapi situasi praktik lapangan yang sebenarnya.
Praktik Klinik Berbeda dengan Praktikum di Laboratorium
Banyak calon mahasiswa menganggap praktikum dan praktik klinik sebagai hal yang sama. Padahal keduanya memiliki konteks berbeda.
Praktikum umumnya dilakukan dalam lingkungan pendidikan yang lebih terkontrol. Mahasiswa dapat melakukan simulasi menggunakan alat atau skenario tertentu.
Sementara itu, praktik klinik dilakukan di lingkungan pelayanan kesehatan dengan kondisi yang lebih nyata dan kompleks.
Kementerian Kesehatan sendiri mencatat praktik mahasiswa di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dalam salah satu kegiatan orientasi mahasiswa PKL pada 2026, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menjelaskan bahwa orientasi diberikan sebelum mahasiswa menjalankan praktik di lingkungan rumah sakit.
Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa sebelum memasuki lingkungan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Skill Apa yang Dilatih Saat Praktik?
Jenis keterampilan tentu bergantung pada program studi dan kompetensi yang ditargetkan.
Namun, mahasiswa kesehatan umumnya perlu mengembangkan kombinasi antara keterampilan teknis dan kemampuan interpersonal.
Beberapa di antaranya adalah:
- Komunikasi dengan pasien dan keluarga
- Ketelitian mengikuti prosedur
- Penggunaan alat sesuai instruksi
- Dokumentasi
- Kerja sama dalam tim
- Manajemen waktu
- Kemampuan mengamati kondisi
- Pemecahan masalah
- Sikap profesional
- Keselamatan dalam pelayanan
Karena itu, mahasiswa yang memilih jurusan kesehatan sebaiknya tidak hanya bertanya, “Berapa banyak praktiknya?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Keterampilan apa yang akan saya dapatkan dari praktik tersebut?”
Apakah Jurusan Banyak Praktik Lebih Sulit?
Tidak selalu.
Tingkat kesulitan lebih banyak dipengaruhi oleh karakter program studi, kemampuan mahasiswa, pola belajar, serta tuntutan kompetensi.
Namun, mahasiswa yang memilih program kesehatan perlu siap menghadapi kombinasi antara teori dan praktik.
Ada masa ketika jadwal kuliah terasa padat karena mahasiswa harus mempersiapkan ujian teori sekaligus penilaian keterampilan. Dalam kondisi tertentu, mahasiswa juga harus membuat laporan praktikum atau menyelesaikan tugas setelah mengikuti kegiatan lapangan.
Karena itu, kemampuan mengatur waktu sangat penting.
Belajar Praktik Tetap Membutuhkan Teori
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap mahasiswa yang suka praktik tidak perlu terlalu serius mempelajari teori.
Anggapan tersebut kurang tepat.
Seorang mahasiswa kesehatan perlu memahami alasan di balik sebuah tindakan. Mengetahui langkah prosedur saja belum tentu cukup jika tidak memahami tujuan, risiko, indikasi, atau kondisi yang berkaitan dengan tindakan tersebut.
Pendidikan kesehatan pada dasarnya membutuhkan hubungan antara:
teori → simulasi → praktik → evaluasi → perbaikan keterampilan.
Semakin baik pemahaman teori, semakin mudah mahasiswa memahami alasan mengapa suatu prosedur dilakukan dengan cara tertentu.
Bagaimana Cara Memilih Jurusan Kesehatan?
Jangan memilih jurusan hanya karena melihat bahwa program tersebut mempunyai banyak praktik.
Calon mahasiswa perlu melihat kesesuaian antara karakter diri dengan bidang yang dipilih.
Pertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah saya menyukai pelajaran yang berhubungan dengan kesehatan?
- Apakah saya nyaman berinteraksi dengan orang lain?
- Apakah saya teliti?
- Apakah saya bisa mengikuti prosedur?
- Apakah saya siap belajar teori dan praktik?
- Apakah saya tertarik pada pelayanan langsung?
- Apakah saya lebih suka bekerja dengan individu atau masyarakat?
- Apakah saya siap mengikuti kegiatan lapangan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat membantu mempersempit pilihan.
Perbedaan Praktik Keperawatan, Kebidanan, dan Kesehatan Masyarakat
Ketiga bidang tersebut sama-sama berkaitan dengan kesehatan, tetapi karakter praktiknya berbeda.
Keperawatan
Praktik lebih banyak berkaitan dengan keterampilan keperawatan dan pelayanan kepada pasien. Mahasiswa juga mempelajari berbagai bidang keperawatan seperti keperawatan dasar, medikal bedah, anak, dan jiwa.
Kebidanan
Praktik berfokus pada kompetensi kebidanan, termasuk asuhan pada ibu hamil, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.
Kesehatan Masyarakat
Kegiatan aplikatif lebih banyak berhubungan dengan masyarakat, promosi kesehatan, epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi masyarakat, dan manajemen kesehatan.
Perbedaan tersebut penting dipahami karena dua jurusan yang sama-sama berada dalam rumpun kesehatan belum tentu memiliki pengalaman praktik yang sama.
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Masuk Jurusan Kesehatan?
Calon mahasiswa dapat mulai mempersiapkan diri sejak sebelum kuliah.
Tidak perlu langsung menguasai seluruh keterampilan kesehatan. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan belajar yang mendukung proses pendidikan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Membiasakan membaca materi secara rutin
- Meningkatkan kemampuan komunikasi
- Melatih ketelitian
- Membiasakan mencatat materi
- Belajar mengatur jadwal
- Memahami dasar-dasar biologi dan kesehatan
- Mempersiapkan mental untuk kegiatan praktik
- Membiasakan bekerja dalam kelompok
Kemampuan tersebut akan berguna ketika mahasiswa mulai memasuki tahap praktikum.
Cara Menilai Fasilitas Praktik Sebelum Memilih Kampus
Jangan hanya melihat foto gedung ketika melakukan survei kampus.
Calon mahasiswa sebaiknya mencari tahu apakah fasilitas yang tersedia memang berkaitan langsung dengan program studi yang diminati.
Di halaman fasilitasnya, STIKES Istara Nusantara mencantumkan laboratorium keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat, perpustakaan dengan literatur kesehatan, area praktik lapangan, serta fasilitas IT dan e-learning.
Calon mahasiswa dapat mengecek beberapa hal seperti:
- Jenis laboratorium
- Peralatan yang tersedia
- Ketersediaan ruang praktik
- Fasilitas perpustakaan
- Sistem pembelajaran digital
- Tempat praktik lapangan
- Kerja sama dengan fasilitas kesehatan
Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai lingkungan belajar yang akan dihadapi.
Jangan Hanya Mengejar Jumlah Praktik
Banyaknya praktik memang menarik bagi calon mahasiswa yang suka belajar langsung. Namun, kualitas pembelajaran tetap lebih penting daripada sekadar jumlah kegiatan.
Praktik yang baik seharusnya memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, didampingi tenaga pengajar yang kompeten, menggunakan fasilitas yang sesuai, serta diikuti evaluasi.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan dapat diberikan secara optimal. Pedoman Kementerian Kesehatan menyebut bahwa tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan jabatan untuk menunjang kinerja.
Dengan demikian, calon mahasiswa sebaiknya mencari kampus yang mampu menggabungkan teori, praktikum, pengalaman lapangan, dan pembentukan sikap profesional.
Jurusan Kesehatan untuk Tipe Mahasiswa yang Suka Belajar Langsung
Kalau kamu termasuk orang yang cepat memahami sesuatu setelah mencoba langsung, jurusan kesehatan bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Namun, karakter “suka praktik” saja belum cukup.
Mahasiswa juga harus siap membaca, menghafal konsep tertentu, memahami teori, mengerjakan tugas, mengikuti evaluasi, dan menerima koreksi ketika keterampilannya belum tepat.
Justru kombinasi antara teori dan praktik itulah yang membuat pendidikan kesehatan memiliki karakter pembelajaran yang berbeda.
Bagi calon mahasiswa yang sedang membandingkan pilihan, informasi mengenai program studi kesehatan STIKES Istara Nusantara dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami perbedaan karakter pembelajaran S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, dan D3 Kebidanan.


