Loading Now
×

Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK

siswa SMA dan SMK memilih jurusan kesehatan untuk melanjutkan kuliah

Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK

0 0
Read Time:14 Minute, 40 Second

Memilih jurusan kuliah setelah lulus SMA atau SMK merupakan keputusan yang perlu dipikirkan secara matang. Pilihan tersebut bukan hanya menentukan mata kuliah yang akan dipelajari selama beberapa tahun, tetapi juga dapat memengaruhi keterampilan, pengalaman akademik, dan arah pengembangan karier setelah lulus.

Bagi siswa yang tertarik dengan dunia kesehatan, pilihan program studi saat ini cukup beragam. Ada bidang yang lebih banyak mempelajari pelayanan keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, hingga bidang kesehatan lainnya. Setiap program studi memiliki karakter pembelajaran, kompetensi, dan lingkungan praktik yang berbeda.

Karena itu, memilih jurusan kesehatan sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mengikuti teman, melihat profesi yang sedang populer, atau menganggap semua jurusan kesehatan memiliki pola kuliah yang sama.

Lulusan SMA maupun SMK perlu mengenali kemampuan diri, memahami isi program studi, melihat bentuk pembelajaran, serta mempertimbangkan rencana karier sebelum menentukan pilihan. Kementerian Pendidikan juga menyediakan survei minat siswa yang antara lain menanyakan pilihan jenjang pendidikan dan apakah siswa akan memilih jurusan kuliah berdasarkan jurusan atau kompetensi di sekolah.

Kenapa Memilih Jurusan Kesehatan Tidak Boleh Asal?

Bidang kesehatan memiliki karakter pendidikan yang cukup khas. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi pada sejumlah program studi juga perlu mengikuti praktikum, simulasi, pembelajaran keterampilan, hingga praktik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan menempatkan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan sebagai bagian penting dalam pembinaan sumber daya manusia kesehatan. Pengembangan kompetensi tersebut berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, standar profesi, pelayanan, dan etika.

Artinya, calon mahasiswa perlu melihat lebih jauh daripada sekadar nama jurusan. Pertanyaan yang sebaiknya dijawab sejak awal misalnya:

  • Apakah saya tertarik mempelajari bidang kesehatan?
  • Apakah saya nyaman berinteraksi dengan orang lain?
  • Apakah saya siap mengikuti praktikum?
  • Apakah saya mampu belajar materi secara konsisten?
  • Apakah saya tertarik dengan pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan?
  • Apakah program studi tersebut sesuai dengan rencana karier saya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu mempersempit pilihan.

Kenali Minat Sebelum Menentukan Program Studi

Minat merupakan salah satu pertimbangan awal yang penting. Siswa sebaiknya tidak langsung memilih jurusan hanya berdasarkan rekomendasi orang lain.

Misalnya, siswa yang tertarik berinteraksi langsung dengan pasien mungkin memiliki ketertarikan terhadap bidang keperawatan atau kebidanan. Sementara itu, siswa yang lebih tertarik pada pencegahan penyakit, edukasi masyarakat, lingkungan, dan pengelolaan program kesehatan dapat mempertimbangkan bidang kesehatan masyarakat.

Tidak ada pilihan yang otomatis paling baik untuk semua orang. Program studi yang cocok bagi satu siswa belum tentu sesuai bagi siswa lainnya.

Penelitian yang tersimpan dalam basis data pendidikan Indonesia juga menunjukkan pentingnya pemahaman minat, bakat, kemampuan, dan informasi mengenai program studi ketika siswa menentukan pilihan pendidikan tinggi.

Karena itu, sebelum menentukan pilihan, cobalah membuat daftar sederhana mengenai bidang yang paling diminati.

Contohnya:

  • pelayanan langsung kepada pasien
  • kesehatan ibu dan anak
  • pencegahan penyakit
  • promosi kesehatan
  • lingkungan dan kesehatan masyarakat
  • penelitian kesehatan
  • manajemen pelayanan kesehatan

Dari daftar tersebut, calon mahasiswa dapat mulai melihat program studi yang paling dekat dengan minatnya.

Jangan Hanya Mengikuti Jurusan Saat SMA atau SMK

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah lulusan SMA atau SMK harus memilih jurusan kuliah yang benar-benar sama dengan bidang sekolah sebelumnya.

Jawabannya tidak sesederhana itu. Pilihan program studi perlu dilihat berdasarkan persyaratan penerimaan masing-masing perguruan tinggi dan program studi, sekaligus mempertimbangkan kemampuan serta minat calon mahasiswa.

Lulusan SMA yang sebelumnya tidak mengambil bidang kesehatan tetap dapat mencari informasi mengenai program studi kesehatan yang terbuka bagi mereka. Begitu pula lulusan SMK perlu memeriksa persyaratan secara langsung sebelum melakukan pendaftaran.

Hal yang penting adalah jangan menganggap latar belakang sekolah otomatis menjamin seseorang cocok dengan suatu program studi.

Lulusan SMK kesehatan mungkin sudah memiliki pengalaman pembelajaran tertentu yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Namun, ketika masuk perguruan tinggi, mereka tetap perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik dan kompetensi di jenjang pendidikan tinggi.

Sebaliknya, lulusan SMA juga perlu memahami bahwa kuliah kesehatan dapat memiliki kegiatan praktikum dan pembelajaran keterampilan yang membutuhkan kesiapan khusus.

Pahami Apa yang Dipelajari di Jurusan Kesehatan

Sebelum memilih program studi, calon mahasiswa sebaiknya mencari tahu mata kuliah dan kompetensi yang akan dipelajari.

Jangan hanya melihat nama jurusan. Cari informasi mengenai:

  • mata kuliah utama
  • kegiatan praktikum
  • bentuk pembelajaran
  • kegiatan praktik lapangan
  • kompetensi lulusan
  • lingkungan pembelajaran
  • peluang melanjutkan pendidikan
  • bidang pekerjaan yang relevan

Misalnya, halaman resmi Program Studi STIKES Istara saat ini menjelaskan bahwa S1 Keperawatan mencakup keperawatan dasar, medikal bedah, keperawatan anak, dan keperawatan jiwa, serta didukung praktikum dan praktik klinik. Sementara S1 Kesehatan Masyarakat mencakup epidemiologi, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, manajemen pelayanan kesehatan, dan promosi kesehatan. D3 Kebidanan berfokus antara lain pada asuhan kebidanan ibu hamil, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.

Informasi seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar mengetahui nama jurusan.

Kenali Perbedaan Keperawatan, Kebidanan, dan Kesehatan Masyarakat

Bagi calon mahasiswa yang baru mengenal pendidikan kesehatan, beberapa program studi bisa terlihat mirip. Padahal, fokus pembelajarannya berbeda.

Keperawatan

Keperawatan berfokus pada kemampuan memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, dan kelompok sesuai kompetensi pendidikan yang ditempuh.

Di STIKES Istara, S1 Keperawatan mencakup pembelajaran keperawatan dasar, medikal bedah, anak, dan jiwa. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktikum dan praktik klinik di rumah sakit serta puskesmas mitra.

Calon mahasiswa yang tertarik dengan pelayanan langsung kepada pasien dapat memasukkan bidang ini dalam daftar pertimbangan.

Kebidanan

Kebidanan memiliki fokus yang lebih spesifik pada kesehatan ibu, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan kompetensi kebidanan lainnya sesuai kurikulum pendidikan.

Pada halaman resmi STIKES Istara, D3 Kebidanan dijelaskan mencakup asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir, serta pembelajaran praktik di laboratorium dan lapangan.

Kesehatan Masyarakat

Kesehatan masyarakat memiliki cakupan yang berbeda karena lebih banyak berkaitan dengan upaya promotif, preventif, pengelolaan kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan lingkungan, dan bidang terkait lainnya.

Di STIKES Istara, S1 Kesehatan Masyarakat mencakup epidemiologi, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, manajemen pelayanan kesehatan, dan promosi kesehatan berbasis masyarakat.

Perbedaan fokus tersebut menjadi alasan mengapa calon mahasiswa perlu memahami isi program studi sebelum memilih.

Baca Juga: Keperawatan vs Kebidanan, Mana yang Cocok untuk Calon Mahasiswa?

image-62-1024x683 Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK

Sesuaikan dengan Kemampuan Akademik

Minat saja belum cukup. Calon mahasiswa juga perlu memahami kemampuan akademiknya sendiri.

Jurusan kesehatan dapat melibatkan berbagai materi yang membutuhkan kemampuan memahami konsep, membaca literatur, menghafal istilah tertentu, melakukan analisis, dan menerapkan teori dalam situasi praktik.

Bukan berarti siswa harus memiliki nilai sempurna untuk masuk bidang kesehatan. Namun, kesiapan belajar tetap penting.

Coba evaluasi beberapa mata pelajaran yang selama ini cukup dikuasai. Misalnya:

  • Biologi
  • Kimia
  • Matematika
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Inggris
  • pelajaran produktif bagi siswa SMK kesehatan

Dari sini, calon mahasiswa dapat mengetahui area mana yang menjadi kekuatan dan bagian mana yang perlu ditingkatkan.

Pertimbangkan Kemampuan Komunikasi

Pendidikan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan buku dan laboratorium. Banyak bidang kesehatan juga membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik.

Mahasiswa nantinya dapat berhadapan dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan lain, masyarakat, dosen, pembimbing klinik, maupun berbagai pihak dalam lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Karena itu, kemampuan mendengarkan, menjelaskan informasi, bekerja sama, dan berkomunikasi secara profesional merupakan keterampilan yang layak dilatih sejak sekolah.

Calon mahasiswa yang merasa kemampuan komunikasinya masih kurang tidak perlu langsung menghapus jurusan kesehatan dari daftar pilihan. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui proses pendidikan dan pengalaman.

Perhatikan Kesiapan Mengikuti Praktikum

Salah satu karakteristik yang perlu dipahami sebelum masuk pendidikan kesehatan adalah adanya pembelajaran praktik.

Praktikum memungkinkan mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari dengan keterampilan tertentu. Bentuk kegiatan tentunya berbeda sesuai program studi dan kurikulum masing-masing.

Kementerian Kesehatan juga menempatkan kompetensi sebagai bagian penting dalam pengembangan tenaga kesehatan, termasuk melalui pendidikan dan kegiatan peningkatan kompetensi.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya bertanya kepada kampus mengenai:

  • seberapa banyak kegiatan praktikum
  • jenis laboratorium yang tersedia
  • bagaimana sistem pembelajaran praktik
  • apakah terdapat praktik lapangan
  • bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman klinis atau lapangan
  • bagaimana sistem penilaian keterampilan

Informasi tersebut dapat membantu siswa memahami kehidupan perkuliahan sebelum benar-benar mendaftar.

Jangan Lupa Memeriksa Fasilitas Kampus

Setelah menentukan beberapa program studi yang diminati, langkah berikutnya adalah membandingkan kampus.

Fasilitas menjadi salah satu aspek yang layak diperiksa, khususnya untuk pendidikan yang memiliki pembelajaran praktik.

Calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai:

  • laboratorium
  • ruang praktik atau skill lab
  • perpustakaan
  • fasilitas pembelajaran digital
  • ruang kelas
  • lingkungan kampus
  • fasilitas penunjang mahasiswa
  • tempat praktik lapangan atau wahana pendidikan

Untuk pendidikan tenaga kesehatan, lingkungan praktik juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Regulasi Kementerian Kesehatan mendefinisikan wahana pendidikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan selain rumah sakit pendidikan yang digunakan untuk praktik pendidikan kedokteran dan/atau kesehatan.

Karena itu, jangan hanya membandingkan kampus berdasarkan foto gedung atau desain bangunan.

Cek Program Studi yang Benar-Benar Tersedia

Kesalahan lain yang cukup sering dilakukan calon mahasiswa adalah membuat keputusan berdasarkan informasi lama.

Program studi yang tersedia di sebuah kampus dapat berubah. Oleh karena itu, informasi sebaiknya diperiksa langsung melalui website resmi perguruan tinggi.

Untuk STIKES Istara, halaman program studi yang tersedia saat ini mencantumkan:

  • S1 Keperawatan
  • S1 Kesehatan Masyarakat
  • D3 Kebidanan

Halaman tersebut juga menjelaskan fokus pembelajaran dan gambaran prospek karier masing-masing program studi.

Calon mahasiswa sebaiknya tetap mengecek halaman resmi penerimaan mahasiswa ketika akan mendaftar karena informasi penerimaan, persyaratan, dan ketentuan akademik dapat berubah.

Pertimbangkan Tujuan Karier Sejak Awal

Memilih jurusan tidak harus berarti seseorang sudah mengetahui pekerjaan persis yang akan dilakukan selama puluhan tahun ke depan. Namun, memiliki gambaran arah karier dapat membantu membuat keputusan lebih terarah.

Cobalah menjawab pertanyaan berikut:

  • Saya ingin bekerja langsung dengan pasien atau masyarakat?
  • Saya lebih tertarik pada pelayanan atau pencegahan?
  • Saya tertarik pada kesehatan ibu dan anak?
  • Saya tertarik pada pengelolaan program kesehatan?
  • Saya ingin bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan?
  • Saya memiliki rencana melanjutkan pendidikan setelah lulus?

Kementerian Kesehatan sendiri memiliki kebijakan dan program yang berkaitan dengan peningkatan kualifikasi serta kompetensi sumber daya manusia kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam perjalanan profesional tenaga kesehatan.

Lihat Prospek Kerja, Bukan Sekadar Nama Jurusan

Setelah memahami minat dan karakter setiap program studi, calon mahasiswa dapat mulai melihat prospek kariernya. Bagian ini penting karena banyak siswa memilih jurusan hanya berdasarkan nama profesi yang terlihat menarik, tanpa memahami bidang pekerjaan yang tersedia setelah lulus.

Prospek kerja tidak berarti setiap lulusan pasti mendapatkan pekerjaan tertentu. Karier seseorang tetap dipengaruhi oleh kompetensi, pengalaman, sertifikasi atau ketentuan profesi yang berlaku, kebutuhan industri, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.

Untuk memahami gambaran tersebut, calon mahasiswa bisa melihat informasi resmi program studi. Misalnya, S1 Keperawatan STIKES Istara diarahkan pada kompetensi keperawatan dan memiliki pengalaman praktik klinik, sedangkan S1 Kesehatan Masyarakat STIKES Istara memiliki cakupan bidang seperti epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, dan manajemen pelayanan kesehatan.

Sementara itu, D3 Kebidanan STIKES Istara memiliki fokus pendidikan yang berkaitan dengan asuhan kebidanan dan kesehatan ibu serta anak.

Perbedaan tersebut dapat membantu siswa membayangkan jenis lingkungan kerja yang mungkin sesuai dengan minat mereka.

Cari Tahu Akreditasi dan Legalitas Program Studi

Sebelum memilih kampus, jangan hanya mencari informasi mengenai gedung, fasilitas, atau lokasi. Status program studi juga perlu diperiksa melalui sumber resmi.

Informasi akreditasi dan status perguruan tinggi dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika membandingkan pilihan kampus. Calon mahasiswa dapat memeriksa data perguruan tinggi melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan sumber resmi lembaga terkait.

Pemeriksaan ini penting karena calon mahasiswa akan menginvestasikan waktu dan biaya selama masa pendidikan. Informasi yang ditemukan di media sosial atau forum diskusi sebaiknya tetap diverifikasi dengan sumber resmi.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • nama resmi perguruan tinggi
  • program studi yang tersedia
  • jenjang pendidikan
  • status program studi
  • informasi akreditasi
  • lokasi kampus
  • informasi penerimaan mahasiswa baru

Dengan melakukan pengecekan dari awal, calon mahasiswa dapat mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan informasi yang sudah tidak berlaku.

Bandingkan Beberapa Kampus Sebelum Mendaftar

Tidak ada salahnya membuat daftar beberapa perguruan tinggi yang menawarkan program studi sesuai minat.

Misalnya, seorang siswa tertarik dengan S1 Keperawatan. Jangan langsung menentukan kampus hanya karena lokasinya dekat. Bandingkan beberapa aspek agar keputusan menjadi lebih objektif.

Buat daftar pertimbangan seperti:

  • program studi yang tersedia
  • kurikulum
  • fasilitas praktikum
  • lingkungan pembelajaran
  • lokasi kampus
  • biaya pendidikan
  • sistem penerimaan mahasiswa
  • informasi akreditasi
  • fasilitas pendukung
  • pengalaman praktik

Setelah itu, berikan nilai untuk setiap aspek. Cara sederhana ini dapat membantu siswa melihat kampus mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi.

Pertimbangkan Jarak dan Lingkungan Kampus

Lokasi kampus sering dianggap sebagai faktor sederhana, padahal dapat berpengaruh terhadap rutinitas mahasiswa.

Jika rumah cukup jauh dari kampus, pertimbangkan waktu perjalanan, biaya transportasi, serta kemungkinan harus tinggal di sekitar kampus.

Selain lokasi, lingkungan kampus juga perlu diperhatikan. Calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai suasana pembelajaran, kegiatan mahasiswa, organisasi, dan fasilitas yang tersedia.

Jika memungkinkan, datang langsung ke kampus sebelum mendaftar. Dengan begitu, calon mahasiswa dapat melihat lingkungan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan foto yang tersedia di internet.

Hitung Biaya Kuliah Secara Realistis

Biaya merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan perguruan tinggi. Namun, jangan hanya melihat angka biaya pendidikan per semester.

Calon mahasiswa juga perlu menghitung biaya lain yang mungkin muncul selama kuliah, terutama pada program studi yang memiliki kegiatan praktikum.

Komponen yang dapat diperhitungkan antara lain:

  • biaya pendaftaran
  • biaya pendidikan
  • perlengkapan praktikum
  • buku atau bahan pembelajaran
  • transportasi
  • tempat tinggal jika harus merantau
  • kebutuhan makan sehari-hari
  • kegiatan akademik tertentu

Untuk informasi biaya, sebaiknya calon mahasiswa menghubungi kampus atau melihat informasi penerimaan mahasiswa terbaru. Jangan menggunakan angka dari artikel lama sebagai patokan utama karena biaya pendidikan dapat berubah.

Jangan Terpengaruh Tren Jurusan

Jurusan yang sedang ramai dibicarakan di media sosial belum tentu cocok untuk semua orang.

Tren dapat berubah, sedangkan pendidikan tinggi membutuhkan komitmen beberapa tahun. Karena itu, keputusan sebaiknya tidak hanya berdasarkan profesi yang sedang populer.

Jika seseorang memilih jurusan karena melihat orang lain berhasil, perlu diingat bahwa keberhasilan tersebut dipengaruhi banyak faktor. Minat, kemampuan, lingkungan belajar, pengalaman, dan konsistensi juga memiliki peran.

Lebih baik memilih program studi yang benar-benar dapat dijalani dengan serius daripada mengikuti tren tetapi kehilangan motivasi di tengah perjalanan.

Manfaatkan Hari Open House atau Konsultasi Kampus

Jika kampus menyediakan kegiatan open house, pameran pendidikan, konsultasi akademik, atau sesi informasi penerimaan mahasiswa baru, calon mahasiswa dapat memanfaatkannya.

Kesempatan tersebut dapat digunakan untuk bertanya langsung kepada pihak kampus.

Beberapa pertanyaan yang bisa disiapkan:

  • Apa saja mata kuliah utama program studi?
  • Seberapa banyak kegiatan praktikum?
  • Bagaimana sistem pembelajaran mahasiswa?
  • Di mana mahasiswa melakukan praktik?
  • Apa saja fasilitas laboratorium?
  • Bagaimana sistem penerimaan mahasiswa baru?
  • Apa saja persyaratan pendaftaran?
  • Bagaimana informasi biaya pendidikan?
  • Apa saja kegiatan mahasiswa di kampus?

Pertanyaan yang sudah disiapkan akan membuat proses mencari informasi menjadi lebih efektif.

Cari Informasi dari Mahasiswa dan Alumni

Website resmi merupakan sumber utama untuk informasi akademik dan administratif. Namun, pengalaman mahasiswa dan alumni juga dapat menjadi tambahan perspektif.

Calon mahasiswa dapat mencari tahu bagaimana pengalaman belajar, kegiatan praktikum, tugas kuliah, organisasi, dan aktivitas kampus dari mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan.

Tetapi informasi tersebut sebaiknya tetap dianggap sebagai pengalaman pribadi, bukan aturan resmi kampus.

Untuk informasi yang bersifat resmi seperti biaya, persyaratan pendaftaran, kurikulum, akreditasi, dan program studi, tetap gunakan sumber resmi perguruan tinggi atau lembaga pemerintah terkait.

Gunakan Sumber Resmi Saat Membandingkan Jurusan

Di era informasi digital, calon mahasiswa bisa menemukan ratusan artikel tentang jurusan kesehatan. Namun, tidak semuanya memiliki informasi yang akurat atau masih terbaru.

Untuk informasi mengenai pendidikan tinggi, calon mahasiswa dapat menggunakan sumber resmi seperti PDDikti, kementerian terkait, laman perguruan tinggi, serta lembaga resmi lainnya.

Informasi tentang pendidikan dan tenaga kesehatan juga dapat dibandingkan dengan sumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar calon mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih terpercaya mengenai pengembangan sumber daya manusia kesehatan.

Sementara itu, informasi mengenai perguruan tinggi dan data pendidikan tinggi dapat diperiksa melalui PDDikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Buat Daftar Jurusan yang Paling Sesuai

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, jangan langsung memilih berdasarkan satu faktor.

Buat tiga kategori pilihan:

Pilihan pertama: program studi yang paling sesuai dengan minat, kemampuan, dan tujuan karier.

Pilihan kedua: program studi yang masih sesuai tetapi memiliki karakter pembelajaran sedikit berbeda.

Pilihan ketiga: program studi alternatif yang tetap berada dalam bidang yang diminati.

Cara tersebut dapat membuat proses pengambilan keputusan lebih terstruktur.

Misalnya, siswa yang sangat tertarik pada pelayanan pasien dapat menjadikan keperawatan sebagai pilihan utama. Jika memiliki ketertarikan pada kesehatan ibu dan anak, kebidanan bisa menjadi alternatif. Sementara siswa yang lebih tertarik pada program kesehatan berbasis masyarakat dapat mempertimbangkan kesehatan masyarakat.

Jangan Takut Bertanya kepada Orang yang Berpengalaman

Memilih jurusan kuliah merupakan keputusan besar sehingga tidak perlu dilakukan sendirian.

Siswa dapat berdiskusi dengan:

  • orang tua
  • guru BK
  • wali kelas
  • dosen atau tenaga akademik
  • mahasiswa
  • alumni
  • tenaga kesehatan
  • pihak kampus

Namun, keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan diri sendiri.

Orang lain dapat memberikan sudut pandang, tetapi calon mahasiswa yang akan menjalani proses pendidikan selama beberapa tahun adalah dirinya sendiri.

Checklist Memilih Jurusan Kesehatan

Sebelum mengisi formulir pendaftaran, calon mahasiswa dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Saya memahami isi program studi yang dipilih.
  • Saya mengetahui mata kuliah utama yang akan dipelajari.
  • Saya siap mengikuti praktikum jika program studi membutuhkannya.
  • Saya sudah memahami gambaran kompetensi lulusan.
  • Saya sudah mencari informasi mengenai prospek karier.
  • Saya sudah memeriksa program studi melalui website resmi kampus.
  • Saya sudah mengecek informasi perguruan tinggi melalui sumber resmi.
  • Saya sudah mempertimbangkan biaya pendidikan.
  • Saya sudah mempertimbangkan jarak dan lokasi kampus.
  • Saya sudah membandingkan beberapa pilihan kampus.
  • Saya tidak memilih hanya karena mengikuti tren.
  • Saya sudah berdiskusi dengan orang tua atau guru.
  • Saya memahami persyaratan pendaftaran terbaru.

Checklist ini dapat digunakan sebelum mengambil keputusan akhir sehingga proses pemilihan jurusan menjadi lebih terarah.

Cara Sederhana Menentukan Jurusan yang Cocok

Jika masih bingung, gunakan metode tiga pertanyaan.

Pertama, apa yang saya sukai?

Kedua, apa yang mampu saya pelajari dengan konsisten?

Ketiga, bidang pekerjaan seperti apa yang ingin saya kenal lebih jauh?

Jika ketiga jawaban tersebut bertemu pada satu bidang, program studi tersebut layak masuk daftar pilihan utama.

Contohnya, siswa yang menyukai interaksi dengan pasien, tertarik pada ilmu keperawatan, dan ingin memahami pelayanan kesehatan secara langsung dapat mempertimbangkan keperawatan.

Siswa yang tertarik pada kesehatan ibu dan anak dapat menggali lebih jauh mengenai kebidanan. Sementara siswa yang tertarik pada pencegahan penyakit, promosi kesehatan, epidemiologi, atau program kesehatan masyarakat dapat mempelajari lebih jauh mengenai kesehatan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pemilihan jurusan kesehatan tidak lagi sekadar berdasarkan nama program studi, tetapi berdasarkan kecocokan antara minat, kemampuan, karakter pembelajaran, dan rencana pengembangan diri.

happy Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Happy
0 %
sad Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Sad
0 %
excited Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Excited
0 %
sleepy Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Sleepy
0 %
angry Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Angry
0 %
surprise Tips Memilih Jurusan Kesehatan untuk Lulusan SMA dan SMK
Surprise
0 %

You May Have Missed