Loading Now
×

Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?

keperawatan atau kebidanan dengan kegiatan praktikum mahasiswa kesehatan

Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?

0 0
Read Time:20 Minute, 48 Second

Bagi calon mahasiswa yang lebih senang belajar melalui kegiatan langsung, memilih jurusan kesehatan tidak hanya soal mata kuliah atau peluang kerja. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah keperawatan atau kebidanan, mana yang memiliki kegiatan praktik lebih banyak?

Pertanyaan tersebut cukup wajar karena kedua bidang sama-sama berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan membutuhkan keterampilan yang tidak cukup dipelajari hanya melalui teori. Mahasiswa perlu memahami konsep, mengikuti praktikum, melakukan simulasi, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta memperoleh pengalaman di lingkungan pelayanan kesehatan sesuai kompetensi pendidikannya.

Namun, membandingkan keperawatan dan kebidanan hanya berdasarkan jumlah praktik sebenarnya kurang tepat. Bentuk, tujuan, materi, dan lingkungan praktik keduanya memiliki karakter yang berbeda.

Keperawatan memiliki cakupan pelayanan yang luas terhadap individu dengan berbagai kondisi kesehatan, sedangkan kebidanan lebih berfokus pada pelayanan kebidanan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan perempuan, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, serta aspek terkait lainnya sesuai kompetensi pendidikan.

Di STIKES Istara, calon mahasiswa dapat melihat gambaran program pendidikan melalui informasi Program Studi STIKES Istara untuk memahami pilihan bidang yang tersedia dan karakter pembelajarannya.

Apakah Keperawatan dan Kebidanan Sama-Sama Banyak Praktik?

Jawabannya adalah ya, keduanya membutuhkan praktik, tetapi jenis praktik yang dilakukan tidak sepenuhnya sama.

Pendidikan tenaga kesehatan memang membutuhkan keseimbangan antara penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Praktik digunakan untuk membantu mahasiswa menghubungkan materi yang dipelajari di ruang kelas dengan penerapan keterampilan dalam situasi yang lebih nyata atau melalui simulasi.

Dalam konteks pendidikan keperawatan, mahasiswa dapat mempelajari berbagai keterampilan yang berkaitan dengan proses keperawatan, komunikasi dengan pasien, pengkajian, tindakan keperawatan, hingga pemantauan kondisi pasien sesuai kompetensi dan tahap pendidikan.

Sementara itu, pendidikan kebidanan memiliki fokus keterampilan yang berkaitan dengan pelayanan kebidanan dan kesehatan ibu serta anak.

Regulasi kesehatan di Indonesia juga menempatkan pendidikan, kompetensi, kewenangan, serta praktik tenaga kesehatan sebagai bagian yang saling berkaitan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan saat ini menjadi salah satu landasan hukum utama dalam penyelenggaraan kesehatan dan telah mencabut sejumlah regulasi sebelumnya, termasuk UU Keperawatan dan UU Kebidanan.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak mencari jurusan berdasarkan anggapan bahwa “semakin banyak praktik berarti semakin bagus”. Yang lebih penting adalah kesesuaian praktik tersebut dengan kompetensi yang ingin dibangun.

Keperawatan Banyak Praktik dalam Bentuk Apa?

Keperawatan merupakan bidang pendidikan yang menggabungkan teori dengan latihan keterampilan secara bertahap.

Mahasiswa tidak langsung berhadapan dengan situasi pelayanan kesehatan yang kompleks. Biasanya, keterampilan dipelajari melalui materi dasar, demonstrasi, simulasi, praktikum, kemudian berkembang menuju pengalaman klinik sesuai kurikulum dan ketentuan pendidikan.

Beberapa bentuk pembelajaran praktik yang dapat ditemui dalam pendidikan keperawatan antara lain:

  • Praktikum keterampilan dasar keperawatan.
  • Simulasi tindakan keperawatan.
  • Latihan komunikasi dengan pasien.
  • Pengkajian kondisi pasien.
  • Pembelajaran mengenai keselamatan pasien.
  • Latihan dokumentasi asuhan keperawatan.
  • Praktik klinik sesuai tahapan pendidikan.
  • Pembelajaran berbasis kasus.
  • Pengalaman di lingkungan pelayanan kesehatan.

Dalam informasi resmi STIKES Istara, S1 Keperawatan didukung dengan praktikum di laboratorium keperawatan serta praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran keperawatan tidak berhenti pada teori di ruang kelas.

Praktikum juga membantu mahasiswa membangun kebiasaan bekerja secara sistematis. Dalam bidang kesehatan, mahasiswa perlu memahami bahwa suatu tindakan tidak cukup hanya dilakukan dengan cepat, tetapi harus memperhatikan prosedur, komunikasi, keselamatan, ketelitian, dan kompetensi.

Hal inilah yang membuat kuliah keperawatan cukup menarik bagi calon mahasiswa yang menyukai pembelajaran aktif.

Kebidanan Banyak Praktik dalam Bentuk Apa?

Jika keperawatan memiliki cakupan pelayanan yang luas, kebidanan mempunyai fokus yang lebih spesifik pada bidang kebidanan.

Mahasiswa kebidanan mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kesehatan perempuan serta pelayanan kebidanan sesuai jenjang pendidikan dan kompetensinya.

Dalam proses pembelajaran, praktikum dapat digunakan untuk membantu mahasiswa memahami berbagai prosedur melalui simulasi sebelum mendapatkan pengalaman praktik lapangan.

Di STIKES Istara, D3 Kebidanan didukung dengan keterampilan praktis melalui laboratorium kebidanan serta praktik lapangan di rumah sakit, klinik bersalin, dan puskesmas.

Artinya, calon mahasiswa yang memilih kebidanan juga perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi pembelajaran yang bersifat aplikatif.

Beberapa kegiatan pembelajaran yang dapat berkaitan dengan pendidikan kebidanan meliputi:

  • Praktikum keterampilan kebidanan.
  • Simulasi pelayanan kebidanan.
  • Pembelajaran mengenai kehamilan.
  • Pembelajaran persalinan sesuai kompetensi pendidikan.
  • Pembelajaran masa nifas.
  • Pembelajaran kesehatan bayi dan anak.
  • Latihan komunikasi dengan pasien dan keluarga.
  • Praktik lapangan.
  • Pembelajaran berbasis kasus kebidanan.

Jadi, apabila pertanyaannya adalah keperawatan atau kebidanan, mana yang sama-sama membutuhkan praktik, keduanya memang memiliki unsur praktik yang kuat. Perbedaannya lebih terlihat pada fokus keterampilan dan jenis pelayanan kesehatan yang dipelajari.

Perbedaan Praktik Keperawatan dan Kebidanan

Salah satu cara paling mudah untuk membandingkannya adalah melihat fokus dari masing-masing bidang.

Praktik Keperawatan

Keperawatan memiliki cakupan yang lebih luas dalam pelayanan individu dengan kondisi kesehatan yang beragam. Mahasiswa mempelajari bagaimana memberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan pasien dan kompetensi yang diperoleh dalam pendidikan.

Karena cakupan tersebut, mahasiswa keperawatan dapat berhadapan dengan berbagai topik pembelajaran, mulai dari keperawatan dasar hingga kondisi pasien pada berbagai kelompok usia dan situasi pelayanan.

Pembelajaran praktik kemudian digunakan untuk melatih kemampuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara terstruktur.

Praktik Kebidanan

Kebidanan mempunyai fokus yang lebih spesifik pada pelayanan kebidanan dan kesehatan perempuan serta bayi.

Mahasiswa mempelajari keterampilan yang berkaitan dengan bidang tersebut melalui pembelajaran teori, praktikum, simulasi, dan praktik lapangan sesuai kurikulum serta kompetensi pendidikan.

Karakter ini membuat kebidanan dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memang memiliki ketertarikan pada kesehatan perempuan, kehamilan, persalinan, bayi, serta pelayanan kebidanan.

Peraturan mengenai kebidanan juga menunjukkan bahwa praktik kebidanan berkaitan erat dengan kompetensi, kewenangan, kode etik, standar profesi, standar pelayanan profesi, dan prosedur operasional.

Dengan demikian, kegiatan praktik dalam kebidanan bukan sekadar aktivitas untuk membuat kuliah lebih menarik. Praktik merupakan bagian dari proses membangun kemampuan profesional.

Baca Juga: Ruang Kelas STIKES yang Mendukung Pembelajaran, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

image-26-1024x683 Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?

Mana yang Lebih Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?

Tidak ada jawaban sederhana bahwa salah satunya selalu memiliki praktik lebih banyak.

Jumlah dan bentuk praktik dapat berbeda berdasarkan program studi, kurikulum, semester, mata kuliah, institusi pendidikan, serta tahap kompetensi mahasiswa.

Yang dapat dibandingkan adalah karakter praktiknya.

Keperawatan cenderung memiliki praktik yang berkaitan dengan cakupan asuhan keperawatan yang luas. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai keterampilan untuk menangani kebutuhan pasien berdasarkan kondisi dan lingkungan pelayanan.

Sementara kebidanan lebih terarah pada kompetensi kebidanan dan kesehatan perempuan serta bayi.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “mana yang lebih banyak praktik?”, tetapi juga:

  • Praktik seperti apa yang ingin dipelajari?
  • Pasien atau kelompok sasaran seperti apa yang ingin dilayani?
  • Apakah lebih tertarik pada pelayanan keperawatan secara umum?
  • Apakah lebih tertarik pada kesehatan ibu dan anak?
  • Apakah nyaman dengan pembelajaran laboratorium dan simulasi?
  • Apakah siap menjalani praktik lapangan?
  • Apakah tertarik mempelajari keterampilan klinis secara bertahap?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, calon mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih realistis mengenai pilihan program studi.

Praktikum Bukan Berarti Seluruh Kuliah Berada di Laboratorium

Ada kesalahpahaman yang cukup sering terjadi ketika calon mahasiswa mendengar istilah “jurusan yang banyak praktik”.

Banyak praktik bukan berarti mahasiswa setiap hari berada di laboratorium atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Mahasiswa tetap perlu mengikuti pembelajaran teori.

Mereka harus membaca referensi, memahami konsep, mengikuti diskusi, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, memahami etika profesi, serta mempelajari aspek keselamatan dan komunikasi.

Praktik kemudian menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan tersebut.

Sebagai contoh, mahasiswa dapat terlebih dahulu mempelajari konsep tertentu di ruang kelas. Setelah memahami dasar teorinya, mahasiswa dapat melihat demonstrasi atau simulasi. Setelah itu, keterampilan dilatih secara bertahap dengan pengawasan pengajar.

Pola seperti ini penting karena keterampilan kesehatan membutuhkan ketelitian.

Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui “apa yang harus dilakukan”. Mereka juga harus memahami mengapa tindakan dilakukan, kapan dilakukan, bagaimana prosedurnya, apa risikonya, serta bagaimana berkomunikasi dengan pasien atau orang lain yang terlibat.

Mengapa Praktik Penting dalam Pendidikan Tenaga Kesehatan?

Pelayanan kesehatan berhubungan langsung dengan manusia sehingga kemampuan tenaga kesehatan tidak dapat dibangun hanya melalui hafalan.

Mahasiswa perlu mengembangkan beberapa kemampuan secara bersamaan.

  • Pengetahuan teoritis.
  • Keterampilan teknis.
  • Kemampuan komunikasi.
  • Ketelitian.
  • Etika profesional.
  • Keselamatan pasien.
  • Kemampuan bekerja sama.
  • Kemampuan mengikuti prosedur.
  • Kemampuan mengambil keputusan sesuai kompetensi.

Kementerian Kesehatan menempatkan kompetensi tenaga kesehatan sebagai aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Regulasi kesehatan yang berlaku juga mengatur tenaga medis dan tenaga kesehatan, termasuk aspek kompetensi serta standar profesi.

Karena itu, praktik dalam pendidikan kesehatan sebaiknya dipandang sebagai proses pembentukan kompetensi, bukan sekadar aktivitas tambahan.

Laboratorium Menjadi Bagian Penting dalam Pembelajaran

Sebelum mahasiswa memperoleh pengalaman di lingkungan pelayanan kesehatan, laboratorium dapat menjadi tempat untuk mengenalkan dan melatih berbagai keterampilan.

Lingkungan laboratorium memungkinkan mahasiswa belajar melalui simulasi dalam kondisi yang lebih terkontrol.

Untuk program keperawatan, laboratorium dapat digunakan untuk melatih keterampilan keperawatan. Sedangkan dalam kebidanan, laboratorium dapat mendukung latihan keterampilan yang relevan dengan bidang kebidanan.

STIKES Istara sendiri mencantumkan laboratorium keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari fasilitas kampus yang mendukung kegiatan pembelajaran. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa ketika mengevaluasi lingkungan belajar sebuah kampus.

Selain melihat apakah laboratorium tersedia, calon mahasiswa juga sebaiknya memperhatikan fungsi fasilitas tersebut.

Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:

  • Apakah fasilitas sesuai dengan program studi?
  • Apakah tersedia ruang untuk simulasi?
  • Apakah peralatan mendukung kegiatan praktikum?
  • Bagaimana sistem penggunaan laboratorium?
  • Apakah mahasiswa mendapatkan kesempatan latihan yang memadai?
  • Bagaimana pendampingan dosen atau instruktur?
  • Apakah praktikum memiliki evaluasi keterampilan?

Dengan begitu, calon mahasiswa tidak hanya melihat fasilitas dari sisi tampilan, tetapi juga dari manfaatnya terhadap proses pembelajaran.

Praktik Lapangan Membuat Pembelajaran Lebih Kontekstual

Selain laboratorium, pengalaman lapangan juga menjadi bagian penting dalam pendidikan kesehatan.

Praktik lapangan memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana teori dan keterampilan diterapkan dalam lingkungan pelayanan.

Dalam pendidikan keperawatan, praktik klinik dapat memberikan pengalaman belajar di lingkungan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan pendidikan. Sementara pada kebidanan, praktik lapangan dapat berkaitan dengan lingkungan pelayanan yang sesuai dengan kompetensi kebidanan.

STIKES Istara menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan praktiknya mencakup area praktik lapangan serta kerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Informasi mengenai fasilitas tersebut dapat membantu calon mahasiswa memahami bahwa pembelajaran kesehatan membutuhkan lingkungan praktik yang mendukung.

Pada tahap ini, mahasiswa juga dapat belajar bahwa kondisi di lapangan tidak selalu identik dengan simulasi di laboratorium.

Ada komunikasi dengan pasien, keluarga, tenaga kesehatan lain, kondisi lingkungan yang berbeda, dokumentasi, kedisiplinan, dan berbagai situasi lain yang membutuhkan kemampuan beradaptasi.

Karena itu, pengalaman praktik dapat menjadi bagian penting dalam proses mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan profesional.

Keperawatan Cocok untuk yang Suka Praktik dengan Cakupan Luas

Keperawatan dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan pelayanan kesehatan yang memiliki cakupan luas.

Mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan pasien.

Karakter pembelajarannya cocok bagi seseorang yang:

  • Suka belajar melalui simulasi.
  • Tidak keberatan melakukan latihan keterampilan berulang.
  • Tertarik berinteraksi dengan pasien.
  • Mampu bekerja secara teliti.
  • Bersedia mempelajari teori sekaligus praktik.
  • Tertarik pada berbagai kondisi kesehatan.
  • Siap mengikuti pembelajaran klinik sesuai tahap pendidikan.

Namun, memilih keperawatan bukan berarti hanya perlu memiliki keberanian melakukan praktik.

Kemampuan membaca, memahami teori, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan mengikuti standar keselamatan tetap sangat penting.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pelayanan keperawatan yang menuntut pelayanan dilakukan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta sesuai kompetensi.

Kebidanan Cocok untuk yang Tertarik pada Kesehatan Ibu dan Anak

Kebidanan dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang mempunyai ketertarikan lebih khusus pada kesehatan perempuan dan bayi.

Karakter praktiknya dapat membuat pembelajaran terasa sangat aplikatif, terutama bagi mahasiswa yang senang mempelajari keterampilan melalui demonstrasi, simulasi, dan pengalaman lapangan.

Namun, calon mahasiswa tetap perlu memahami bahwa kebidanan bukan hanya belajar praktik.

Mahasiswa juga perlu mempelajari teori, komunikasi, etika, keselamatan, dokumentasi, serta berbagai pengetahuan yang menjadi dasar pelayanan kebidanan.

Pemilihan program studi sebaiknya dilakukan berdasarkan minat dan kecocokan jangka panjang, bukan hanya karena mendengar bahwa suatu jurusan “banyak praktik”.

Cara Menentukan Pilihan Keperawatan atau Kebidanan

Jika masih bingung menentukan keperawatan atau kebidanan, calon mahasiswa dapat membuat perbandingan berdasarkan beberapa aspek.

Pertama, lihat fokus keilmuannya.

Jika lebih tertarik pada pelayanan keperawatan dengan cakupan pasien dan kondisi kesehatan yang luas, keperawatan dapat menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan.

Jika lebih tertarik pada kesehatan perempuan, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi, dan pelayanan kebidanan, kebidanan dapat lebih sesuai dengan minat tersebut.

Kedua, perhatikan karakter praktiknya.

Jangan hanya bertanya “berapa banyak praktik?”, tetapi cari tahu bentuk kegiatan praktik yang akan dilakukan selama pendidikan.

Ketiga, perhatikan fasilitas kampus.

Laboratorium, ruang simulasi, perpustakaan, teknologi pembelajaran, dan fasilitas praktik lapangan dapat memberikan dukungan terhadap proses belajar.

Keempat, cek informasi resmi program studi sebelum mengambil keputusan.

Calon mahasiswa dapat melihat informasi Program Studi STIKES Istara secara langsung agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau sumber tidak resmi.

Kelima, pertimbangkan kesiapan pribadi.

Kuliah di bidang kesehatan membutuhkan kedisiplinan. Praktikum dan praktik lapangan dapat menjadi pengalaman menarik, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab, konsentrasi, dan kesiapan menerima evaluasi.

Jangan Memilih Hanya Karena Mendengar “Banyak Praktik”

Istilah “banyak praktik” memang terdengar menarik, terutama bagi calon mahasiswa yang kurang menyukai pembelajaran yang terlalu teoritis.

Tetapi praktik dalam pendidikan kesehatan tetap membutuhkan dasar teori.

Mahasiswa yang hanya mengandalkan kemampuan praktik tanpa memahami konsep dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi kasus yang membutuhkan penalaran.

Sebaliknya, mahasiswa yang hanya memahami teori tetapi kurang melatih keterampilan juga perlu meningkatkan kemampuan aplikatifnya.

Idealnya, keduanya berjalan bersama.

Teori membantu mahasiswa memahami dasar ilmu, sedangkan praktikum dan pengalaman lapangan membantu mahasiswa menerapkan pengetahuan tersebut secara bertahap.

Karena itu, ketika membandingkan keperawatan atau kebidanan, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah metode pembelajaran program studi tersebut sesuai dengan cara belajar dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Di bagian berikutnya, pembahasan akan lebih jauh melihat perbedaan karakter praktikum keperawatan dan kebidanan, contoh keterampilan yang dilatih, lingkungan praktik, faktor yang perlu dicek sebelum memilih kampus, serta bagaimana menentukan jurusan berdasarkan minat dan gaya belajar calon mahasiswa.

Perbedaan Karakter Praktikum Keperawatan dan Kebidanan

Setelah memahami bahwa keperawatan dan kebidanan sama-sama membutuhkan pembelajaran praktik, perbedaan berikutnya dapat dilihat dari karakter keterampilan yang dilatih.

Pada keperawatan, kegiatan praktik umumnya berkaitan dengan proses pemberian asuhan kepada pasien dengan kondisi kesehatan yang beragam. Mahasiswa perlu memahami bagaimana melakukan pengkajian, mengenali kebutuhan pasien, melakukan tindakan sesuai kompetensi, serta mengevaluasi hasil asuhan.

Sementara itu, kebidanan mempunyai fokus yang lebih spesifik pada pelayanan kebidanan dan kesehatan perempuan serta bayi. Kegiatan praktik diarahkan untuk membangun keterampilan yang sesuai dengan bidang tersebut.

Perbedaan fokus ini membuat pengalaman praktikum mahasiswa tidak dapat disamakan begitu saja.

Mahasiswa keperawatan dapat lebih banyak menemukan variasi kasus berdasarkan kelompok usia dan kondisi kesehatan. Mahasiswa kebidanan lebih banyak diarahkan pada kompetensi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi perempuan, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, serta pelayanan terkait sesuai jenjang pendidikannya.

Dengan demikian, ketika mencari jurusan kesehatan yang banyak praktik, calon mahasiswa perlu melihat jenis praktiknya, bukan hanya memperkirakan jumlah jam praktik.

Contoh Keterampilan yang Dilatih Mahasiswa Keperawatan

Kegiatan praktikum keperawatan dirancang untuk membantu mahasiswa membangun keterampilan secara bertahap.

Pada tahap awal, mahasiswa biasanya perlu menguasai keterampilan dasar sebelum berkembang menuju pembelajaran klinik yang lebih kompleks. Latihan tersebut dapat dilakukan melalui demonstrasi, simulasi, praktik berpasangan, maupun evaluasi keterampilan.

Beberapa kemampuan yang berkaitan dengan pembelajaran keperawatan antara lain:

  • Komunikasi terapeutik.
  • Pengkajian kebutuhan pasien.
  • Pengukuran tanda-tanda vital.
  • Perawatan dasar pasien.
  • Pencegahan infeksi.
  • Keselamatan pasien.
  • Dokumentasi asuhan.
  • Simulasi tindakan keperawatan.
  • Pengelolaan kebutuhan pasien berdasarkan kondisi tertentu.
  • Kerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya.

Latihan semacam itu membutuhkan ketelitian karena mahasiswa tidak hanya dinilai dari apakah tindakan dapat dilakukan, tetapi juga bagaimana prosedur dilakukan dengan benar dan aman.

Informasi mengenai standar dan penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan dapat diperiksa melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terutama ketika calon mahasiswa ingin memahami konteks regulasi kesehatan yang berlaku.

Contoh Keterampilan yang Dilatih Mahasiswa Kebidanan

Pada kebidanan, keterampilan praktis lebih diarahkan pada bidang kebidanan dan kesehatan ibu serta anak.

Mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran melalui teori, demonstrasi, simulasi, praktikum laboratorium, dan praktik lapangan sesuai kurikulum serta kompetensi pendidikan.

Kegiatan pembelajaran dapat mencakup:

  • Pemeriksaan yang berkaitan dengan pelayanan kebidanan.
  • Komunikasi dengan ibu dan keluarga.
  • Pembelajaran mengenai kehamilan.
  • Simulasi pelayanan persalinan.
  • Perawatan ibu setelah melahirkan.
  • Pembelajaran kesehatan bayi baru lahir.
  • Edukasi kesehatan reproduksi.
  • Praktik pelayanan kebidanan sesuai kompetensi.
  • Dokumentasi pelayanan.
  • Simulasi kondisi yang membutuhkan respons sesuai prosedur.

Karena bidang kebidanan berhubungan dengan ibu dan bayi, kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting.

Mahasiswa harus belajar menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, membangun kepercayaan, menjaga privasi, dan memahami kebutuhan pasien.

Apakah Praktik Keperawatan Lebih Berat daripada Kebidanan?

Tidak tepat jika langsung mengatakan bahwa praktik keperawatan lebih berat daripada kebidanan, atau sebaliknya.

Tingkat kesulitan dapat dirasakan berbeda oleh setiap mahasiswa.

Seseorang yang nyaman mempelajari berbagai kondisi pasien mungkin merasa keperawatan lebih sesuai. Sebaliknya, mahasiswa yang mempunyai ketertarikan kuat terhadap kesehatan perempuan dan anak mungkin merasa pembelajaran kebidanan lebih menarik.

Kesulitan juga dipengaruhi oleh kemampuan akademik, kesiapan fisik, kemampuan komunikasi, ketelitian, pengalaman praktikum, dan kemampuan beradaptasi.

Oleh sebab itu, jangan menentukan pilihan hanya berdasarkan anggapan bahwa salah satu jurusan lebih mudah.

Bidang kesehatan tetap membutuhkan tanggung jawab tinggi karena pembelajarannya berkaitan dengan manusia.

Praktik Lapangan Membutuhkan Kesiapan Mental dan Disiplin

Salah satu hal yang perlu dipahami calon mahasiswa adalah perbedaan antara praktikum di laboratorium dan praktik lapangan.

Di laboratorium, mahasiswa dapat mempelajari keterampilan melalui simulasi dalam lingkungan yang lebih terkontrol. Di lapangan, mahasiswa berhadapan dengan lingkungan pelayanan kesehatan yang mempunyai dinamika berbeda.

Praktik lapangan membutuhkan:

  • Kedisiplinan waktu.
  • Kemampuan mengikuti instruksi.
  • Komunikasi yang baik.
  • Kesiapan menerima evaluasi.
  • Kemampuan bekerja sama.
  • Ketelitian dalam menjalankan prosedur.
  • Sikap profesional.
  • Kepatuhan terhadap aturan fasilitas kesehatan.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki keberanian.

Sikap profesional perlu dibangun sejak masa pendidikan.

Praktik lapangan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan merupakan pekerjaan yang melibatkan banyak pihak. Seorang mahasiswa dapat belajar berinteraksi dengan pasien, keluarga, pembimbing klinik, dosen, dan tenaga kesehatan lainnya.

Fasilitas Kampus Bisa Mempengaruhi Pengalaman Praktikum

Ketika mencari keperawatan atau kebidanan, calon mahasiswa juga sebaiknya memperhatikan fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kampus kesehatan idealnya memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran teori sekaligus keterampilan. Laboratorium menjadi salah satu fasilitas yang penting karena mahasiswa membutuhkan tempat untuk melakukan simulasi sebelum memasuki lingkungan praktik.

STIKES Istara mencantumkan fasilitas laboratorium untuk beberapa bidang, termasuk laboratorium keperawatan dan kebidanan. Kampus tersebut juga menjelaskan adanya fasilitas pendukung pembelajaran seperti ruang kelas, perpustakaan, teknologi pembelajaran, serta area praktik lapangan. Informasi resmi mengenai fasilitas dapat dilihat melalui Fasilitas Kampus STIKES Istara.

Hal yang perlu diperhatikan bukan sekadar apakah sebuah kampus memiliki laboratorium, tetapi bagaimana fasilitas tersebut digunakan dalam proses pembelajaran.

Calon mahasiswa dapat menanyakan:

  • Seberapa sering mahasiswa menggunakan laboratorium?
  • Apa saja kegiatan praktikum yang dilakukan?
  • Apakah terdapat ruang simulasi yang sesuai program studi?
  • Bagaimana sistem peminjaman atau penggunaan alat?
  • Apakah kegiatan praktik didampingi dosen atau instruktur?
  • Bagaimana proses penilaian keterampilan?
  • Di mana mahasiswa melakukan praktik lapangan?
  • Bagaimana persiapan sebelum mahasiswa turun ke lapangan?

Pertanyaan tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas daripada hanya melihat foto fasilitas di media sosial.

Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik dalam Pembelajaran

Lingkungan praktik juga menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan.

Untuk pendidikan keperawatan, lingkungan praktik dapat membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu keperawatan dalam pelayanan kesehatan.

Sementara pada pendidikan kebidanan, lingkungan praktik yang relevan dapat memberikan pengalaman mengenai pelayanan kebidanan sesuai kompetensi pendidikan.

STIKES Istara menyebutkan adanya area praktik lapangan serta kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dalam informasi fasilitas kampusnya.

Meski demikian, calon mahasiswa tetap perlu mengecek informasi terbaru secara langsung kepada institusi. Bentuk, lokasi, jadwal, dan mekanisme praktik dapat berubah sesuai kebijakan kampus, kurikulum, serta ketentuan fasilitas pelayanan kesehatan.

Hal ini penting karena informasi mengenai praktik sebaiknya berasal dari sumber resmi, bukan hanya dari unggahan lama atau komentar pengguna internet.

Mana yang Lebih Cocok untuk Mahasiswa yang Suka Praktik?

Jika karakter utama yang dicari adalah kegiatan praktik, sebenarnya kedua jurusan dapat menjadi pilihan.

Perbedaannya adalah jenis keterampilan dan fokus pelayanan yang dipelajari.

Keperawatan dapat dipertimbangkan apabila calon mahasiswa tertarik pada:

  • Pelayanan kesehatan dengan cakupan luas.
  • Interaksi dengan pasien dari berbagai kelompok.
  • Keterampilan keperawatan.
  • Proses asuhan keperawatan.
  • Praktikum klinis.
  • Lingkungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sedangkan kebidanan dapat dipertimbangkan apabila calon mahasiswa tertarik pada:

  • Kesehatan perempuan.
  • Kehamilan.
  • Persalinan.
  • Masa nifas.
  • Bayi baru lahir.
  • Kesehatan reproduksi.
  • Keterampilan kebidanan.
  • Pelayanan ibu dan anak.

Pilihan tersebut tentu tetap harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang ingin ditempuh.

Jangan Lupa Membandingkan Kurikulum

Salah satu kesalahan calon mahasiswa ketika memilih jurusan adalah hanya melihat nama program studi.

Padahal, kurikulum menjadi bagian penting untuk mengetahui apa yang akan dipelajari selama kuliah.

Sebelum mendaftar, calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai:

  • Mata kuliah setiap semester.
  • Beban studi.
  • Kegiatan praktikum.
  • Praktik lapangan.
  • Sistem evaluasi.
  • Kompetensi lulusan.
  • Fasilitas pembelajaran.
  • Persyaratan akademik.
  • Lama pendidikan.

Untuk informasi akademik nasional, calon mahasiswa dapat menggunakan sumber resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai salah satu rujukan.

Sementara untuk informasi spesifik mengenai program studi, sumber utama tetap website resmi perguruan tinggi yang dipilih.

Dengan cara tersebut, calon mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh klaim seperti “jurusan ini praktiknya paling banyak” tanpa mengetahui konteksnya.

Keperawatan atau Kebidanan untuk Lulusan SMA?

Pertanyaan ini juga sering muncul ketika siswa SMA mulai mencari jurusan kuliah.

Jawabannya kembali kepada minat dan program pendidikan yang tersedia.

Jika sejak SMA sudah tertarik dengan dunia pelayanan kesehatan secara umum dan ingin mempelajari keperawatan, program S1 Keperawatan dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Jika lebih tertarik pada kesehatan perempuan, ibu, dan anak, pendidikan kebidanan dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Namun, jangan memilih hanya karena teman memilih jurusan tersebut.

Lingkungan perkuliahan kesehatan membutuhkan konsistensi. Mahasiswa akan bertemu dengan teori, praktikum, tugas, evaluasi, dan praktik lapangan.

Minat menjadi modal penting agar mahasiswa tidak mudah kehilangan motivasi ketika menghadapi materi yang sulit.

Bagaimana dengan Mahasiswa yang Tidak Suka Teori?

Tidak menyukai teori bukan berarti otomatis lebih cocok masuk jurusan yang banyak praktik.

Keperawatan maupun kebidanan tetap membutuhkan pembelajaran teori.

Praktik justru akan lebih mudah dipahami apabila mahasiswa menguasai dasar ilmunya.

Sebagai contoh, sebelum melakukan suatu keterampilan, mahasiswa perlu memahami tujuan tindakan, indikasi, kontraindikasi, prosedur, risiko, komunikasi, serta aspek keselamatan yang berkaitan dengan tindakan tersebut.

Dengan kata lain, teori dan praktik bukan dua bagian yang saling bertentangan.

Keduanya saling melengkapi.

Mahasiswa yang menyukai praktik tetap perlu membangun kebiasaan membaca dan memahami materi. Begitu pula mahasiswa yang kuat secara akademik perlu terus melatih keterampilan agar dapat menerapkan pengetahuannya.

Tips Memilih Jurusan Berdasarkan Gaya Belajar

Gaya belajar dapat menjadi salah satu pertimbangan, meskipun bukan satu-satunya faktor.

Jika lebih mudah memahami materi melalui pengalaman langsung, program kesehatan dengan kegiatan praktikum mungkin terasa menarik.

Jika lebih senang berdiskusi dan menganalisis kasus, pembelajaran berbasis kasus juga dapat menjadi pengalaman yang sesuai.

Sementara mahasiswa yang menyukai kombinasi pembelajaran dapat menikmati proses teori, simulasi, praktikum, dan praktik lapangan.

Cobalah mengevaluasi diri dengan beberapa pertanyaan:

  • Apakah saya nyaman mempelajari anatomi dan ilmu kesehatan?
  • Apakah saya bersedia melakukan latihan keterampilan berulang?
  • Apakah saya nyaman berkomunikasi dengan pasien?
  • Apakah saya mampu menjaga ketelitian?
  • Apakah saya siap mengikuti jadwal praktik?
  • Apakah saya tertarik dengan lingkungan rumah sakit atau fasilitas kesehatan?
  • Apakah saya lebih tertarik pada pelayanan kesehatan umum atau kesehatan ibu dan anak?

Jawaban tersebut dapat membantu mempersempit pilihan.

Jangan Hanya Membandingkan Jumlah Praktik

Kembali pada pertanyaan utama, keperawatan atau kebidanan, mana yang lebih banyak praktik?

Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat nama jurusan.

Keduanya merupakan pendidikan kesehatan yang membutuhkan kombinasi teori dan praktik. Perbedaannya terletak pada fokus ilmu, kompetensi yang dibangun, jenis keterampilan, kelompok pasien yang menjadi fokus, serta lingkungan praktik.

Keperawatan mempunyai cakupan asuhan keperawatan yang luas, sedangkan kebidanan memiliki fokus lebih spesifik pada pelayanan kebidanan dan kesehatan perempuan serta bayi.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya membandingkan program studi berdasarkan beberapa indikator sekaligus:

  • Fokus keilmuan.
  • Kurikulum.
  • Mata kuliah.
  • Praktikum.
  • Laboratorium.
  • Praktik lapangan.
  • Sistem pembelajaran.
  • Kompetensi lulusan.
  • Minat pribadi.
  • Kesiapan mengikuti pendidikan kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, pilihan jurusan menjadi lebih rasional dan tidak sekadar mengikuti tren.

Cara Mengecek Informasi Sebelum Mendaftar

Setelah menentukan pilihan awal, langkah berikutnya adalah melakukan verifikasi informasi.

Jangan langsung percaya pada artikel atau unggahan media sosial yang tidak mencantumkan sumber.

Untuk informasi mengenai kampus tertentu, kunjungi website resmi perguruan tinggi. Cek program studi, fasilitas, persyaratan pendaftaran, dan informasi akademik terbaru.

Untuk regulasi kesehatan, gunakan sumber pemerintah.

Calon mahasiswa juga dapat mencari informasi pendidikan tinggi melalui sumber resmi pemerintah untuk memastikan data yang digunakan masih relevan.

Jika ingin mempertimbangkan STIKES Istara, informasi mengenai kegiatan akademik dapat dilihat melalui Akademik STIKES Istara, sedangkan informasi fasilitas dapat diperiksa melalui halaman resmi kampus.

Cara ini membantu calon mahasiswa membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kuliah?

Baik memilih keperawatan maupun kebidanan, persiapan sebaiknya dilakukan sejak sebelum masuk kuliah.

Beberapa hal yang dapat dipersiapkan antara lain:

  • Membiasakan membaca materi kesehatan.
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi.
  • Membiasakan diri belajar secara teratur.
  • Menjaga kedisiplinan.
  • Mempersiapkan perlengkapan kuliah dan praktikum.
  • Mempelajari dasar anatomi dan fisiologi.
  • Meningkatkan kemampuan bekerja dalam kelompok.
  • Membiasakan diri mengikuti instruksi secara teliti.
  • Mempersiapkan mental untuk menghadapi evaluasi keterampilan.
  • Menjaga kondisi fisik agar siap mengikuti aktivitas perkuliahan.

Persiapan tersebut tidak berarti calon mahasiswa harus sudah menguasai semua keterampilan sebelum kuliah.

Keterampilan profesional memang dipelajari secara bertahap selama pendidikan.

Yang lebih penting adalah memiliki kemauan belajar dan kesiapan mengikuti proses.

Pertimbangan Akhir Saat Memilih Keperawatan atau Kebidanan

Jika tujuan utama adalah mencari jurusan kesehatan yang banyak praktik, jangan berhenti pada pertanyaan “mana yang praktiknya lebih banyak?”.

Coba ubah pertanyaannya menjadi “praktik seperti apa yang paling sesuai dengan minat saya?”

Jika menyukai cakupan pelayanan kesehatan yang luas dan tertarik mempelajari asuhan keperawatan, keperawatan dapat menjadi pilihan yang menarik.

Jika memiliki ketertarikan khusus terhadap kesehatan perempuan, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi, dan pelayanan kebidanan, kebidanan dapat menjadi pilihan yang relevan.

Keduanya sama-sama membutuhkan ketekunan.

Keduanya sama-sama membutuhkan teori.

Keduanya sama-sama membutuhkan latihan keterampilan.

Dan keduanya membutuhkan sikap profesional ketika mahasiswa mulai memasuki lingkungan praktik.

Karena itu, pilihan terbaik bukan semata-mata jurusan yang dianggap paling banyak praktik, melainkan program pendidikan yang paling sesuai dengan minat, kemampuan, tujuan pendidikan, dan karakter calon mahasiswa.

happy Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Happy
0 %
sad Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Sad
0 %
excited Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Excited
0 %
sleepy Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Sleepy
0 %
angry Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Angry
0 %
surprise Jurusan Kesehatan yang Banyak Praktik, Keperawatan atau Kebidanan?
Surprise
0 %

You May Have Missed