Loading Now
×

Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru mempelajari SKS kuliah dan cara mengatur beban studi selama satu semester

Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru

0 0
Read Time:12 Minute, 32 Second

Bagi mahasiswa baru, dunia perkuliahan menghadirkan banyak istilah yang mungkin belum pernah ditemui saat masih berada di bangku sekolah. Salah satu istilah yang paling sering muncul sejak awal masa kuliah adalah SKS.

Istilah ini biasanya terlihat saat mahasiswa memeriksa kurikulum, melihat daftar mata kuliah, menyusun jadwal, hingga mengisi KRS. Tidak sedikit mahasiswa baru yang kemudian bertanya, apa sebenarnya SKS kuliah dan mengapa jumlahnya berbeda pada setiap mata kuliah?

Secara sederhana, SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. SKS digunakan untuk menggambarkan beban belajar mahasiswa dalam menjalani kegiatan akademik selama satu semester.

Pemahaman mengenai sistem ini penting karena SKS berkaitan dengan perencanaan studi, pengambilan mata kuliah, kegiatan pembelajaran, serta perjalanan akademik mahasiswa dari semester awal hingga menyelesaikan pendidikan.

Menurut ketentuan pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjelaskan sistem pendidikan tinggi melalui berbagai regulasi dan kebijakan yang mengatur penyelenggaraan pembelajaran. Definisi Satuan Kredit Semester juga digunakan untuk menggambarkan takaran kegiatan belajar mahasiswa per minggu per semester melalui berbagai bentuk pembelajaran.

Apa Itu SKS Kuliah?

SKS merupakan singkatan dari Satuan Kredit Semester.

Dalam pendidikan tinggi, SKS menjadi satuan yang digunakan untuk menunjukkan beban kegiatan belajar mahasiswa. Setiap mata kuliah dapat memiliki bobot SKS yang berbeda sesuai dengan karakteristik pembelajaran dan kurikulum program studi.

Sebagai contoh, mahasiswa dapat menemukan mata kuliah dengan bobot:

  • 2 SKS
  • 3 SKS
  • 4 SKS

Jumlah tersebut kemudian dijumlahkan berdasarkan mata kuliah yang ditempuh mahasiswa dalam satu semester.

Misalnya, seorang mahasiswa mengambil beberapa mata kuliah sebagai berikut:

  • Mata Kuliah A: 2 SKS
  • Mata Kuliah B: 3 SKS
  • Mata Kuliah C: 3 SKS
  • Mata Kuliah D: 2 SKS

Total beban studi mahasiswa tersebut adalah 10 SKS.

Namun, jumlah SKS yang ditempuh setiap mahasiswa tidak selalu sama. Struktur kurikulum, semester, mata kuliah wajib, dan kebijakan akademik dapat memengaruhi beban studi yang dijalani.

Mengapa SKS Penting untuk Mahasiswa Baru?

Mahasiswa baru perlu memahami SKS kuliah karena sistem ini menjadi bagian dari proses akademik sehari-hari.

Pemahaman yang baik akan membantu mahasiswa mengetahui bagaimana perkuliahan direncanakan dan bagaimana mata kuliah disusun dalam setiap semester.

Beberapa manfaat memahami SKS antara lain:

  • mengetahui beban studi setiap semester
  • memahami bobot mata kuliah
  • membantu proses pengisian KRS
  • mempermudah perencanaan waktu belajar
  • membantu mahasiswa memahami perjalanan akademiknya

Bagi mahasiswa baru, sistem kuliah memang terasa berbeda dibandingkan sekolah.

Di sekolah, jadwal pelajaran umumnya telah ditentukan secara menyeluruh. Sementara itu, di perguruan tinggi mahasiswa perlu mulai memahami berbagai proses akademik, termasuk mata kuliah, KRS, nilai, dosen pembimbing, dan beban studi.

Mahasiswa yang ingin memahami proses pendampingan selama menjalani perkuliahan dapat mempelajari Pentingnya Bimbingan Akademik dalam Proses Studi Mahasiswa, terutama untuk mengetahui peran konsultasi akademik ketika menghadapi persoalan terkait rencana studi.

SKS Tidak Hanya Berarti Jam Duduk di Kelas

Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah menganggap SKS hanya menunjukkan berapa lama mahasiswa duduk di ruang kelas.

Padahal, kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi dapat mencakup berbagai bentuk.

Dalam penjelasan mengenai standar pendidikan tinggi, Standar Nasional Pendidikan Tinggi menjadi kerangka penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk standar proses pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran.

Kegiatan belajar mahasiswa dapat melibatkan:

  • kuliah atau pembelajaran teori
  • tutorial atau responsi
  • seminar
  • praktikum
  • praktik lapangan
  • penelitian
  • kegiatan pembelajaran lain sesuai kurikulum

Karakter pembelajaran setiap mata kuliah dapat berbeda.

Mata kuliah teori biasanya berfokus pada pemahaman konsep, diskusi, membaca literatur, dan tugas akademik. Sementara itu, mata kuliah praktikum dapat membutuhkan latihan keterampilan, penggunaan peralatan, simulasi, observasi, serta penyusunan laporan.

Karena itu, mahasiswa tidak sebaiknya menilai berat atau ringannya suatu semester hanya berdasarkan jumlah pertemuan di kelas.

Apa Hubungan SKS dengan Mata Kuliah?

Setiap mata kuliah dalam kurikulum biasanya memiliki bobot tertentu.

Bobot tersebut dinyatakan dalam SKS.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa dapat mengambil lima mata kuliah. Namun, total SKS tidak otomatis sama dengan jumlah mata kuliah tersebut.

Misalnya:

  • Bahasa Indonesia: 2 SKS
  • Mata Kuliah Dasar: 3 SKS
  • Mata Kuliah Keahlian: 3 SKS
  • Mata Kuliah Praktikum: 2 SKS
  • Mata Kuliah Pendukung: 2 SKS

Totalnya adalah 12 SKS.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu membedakan antara jumlah mata kuliah dan jumlah SKS.

Lima mata kuliah bisa saja memiliki total 10 SKS, 12 SKS, 15 SKS, atau jumlah lainnya tergantung bobot setiap mata kuliah.

Memahami Hubungan SKS dan KRS

Istilah lain yang sangat dekat dengan SKS adalah KRS.

KRS merupakan singkatan dari Kartu Rencana Studi. Melalui proses ini, mahasiswa merencanakan mata kuliah yang akan ditempuh dalam semester tertentu sesuai dengan ketentuan akademik perguruan tinggi.

Saat melihat atau mengisi KRS, mahasiswa biasanya akan menemukan informasi seperti:

  • nama mata kuliah
  • kode mata kuliah
  • jumlah SKS
  • jadwal perkuliahan
  • kelas
  • dosen pengampu

Pada tahap ini, pemahaman mengenai SKS kuliah menjadi sangat berguna.

Mahasiswa perlu mengetahui berapa total beban studi yang sedang diambil dan apakah mata kuliah tersebut sesuai dengan rencana akademiknya.

Mahasiswa STIKES Istara juga dapat memanfaatkan informasi resmi kampus mengenai layanan akademik. Layanan Akademik STIKES Istara menjadi salah satu sumber yang perlu diperhatikan mahasiswa untuk memahami fasilitas dan pelayanan akademik yang tersedia di lingkungan kampus.

Apakah Semua Mahasiswa Mengambil Jumlah SKS yang Sama?

Jawabannya tidak selalu.

Jumlah SKS yang ditempuh dapat berbeda berdasarkan berbagai faktor.

Beberapa di antaranya adalah:

  • kurikulum program studi
  • semester yang sedang ditempuh
  • mata kuliah wajib
  • mata kuliah pilihan
  • ketentuan akademik perguruan tinggi
  • capaian akademik mahasiswa

Pada semester awal, mahasiswa umumnya mengikuti struktur mata kuliah yang telah dirancang dalam kurikulum program studi.

Pada semester berikutnya, terdapat kemungkinan pengambilan mata kuliah memiliki ketentuan yang berbeda.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh sembarangan menentukan jumlah SKS hanya berdasarkan pengalaman teman dari jurusan atau kampus lain.

Aturan akademik dapat berbeda.

Mahasiswa sebaiknya selalu memeriksa:

  • panduan akademik kampus
  • kurikulum program studi
  • sistem informasi akademik
  • informasi dari bagian akademik
  • arahan dosen pembimbing akademik

Hubungan SKS dengan IP dan IPK

Dalam perjalanan kuliah, mahasiswa juga akan mengenal istilah IP dan IPK.

IP merupakan Indeks Prestasi yang menggambarkan capaian akademik mahasiswa dalam periode tertentu, biasanya satu semester.

Sementara itu, IPK adalah Indeks Prestasi Kumulatif yang menggambarkan capaian akademik mahasiswa secara keseluruhan dari semester-semester yang telah ditempuh.

Bobot mata kuliah dalam SKS menjadi bagian penting dalam sistem perhitungan akademik.

Oleh sebab itu, mahasiswa tidak sebaiknya mengambil beban studi secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kemampuan belajar.

Mengambil banyak mata kuliah memang dapat membuat jadwal terlihat produktif. Namun, setiap mata kuliah membutuhkan waktu untuk dipelajari dan diselesaikan.

Mahasiswa perlu mempertimbangkan kemampuan dalam:

  • mengikuti perkuliahan
  • mengerjakan tugas
  • mempersiapkan ujian
  • mengikuti praktikum
  • melakukan belajar mandiri

Bagaimana Cara Menghitung Total SKS?

Cara menghitung total SKS cukup mudah.

Mahasiswa hanya perlu menjumlahkan seluruh bobot SKS dari mata kuliah yang diambil.

Contohnya:

  • Mata Kuliah 1: 3 SKS
  • Mata Kuliah 2: 2 SKS
  • Mata Kuliah 3: 3 SKS
  • Mata Kuliah 4: 2 SKS
  • Mata Kuliah 5: 3 SKS

Maka perhitungannya:

3 + 2 + 3 + 2 + 3 = 13 SKS

Jadi, total beban studi mahasiswa pada semester tersebut adalah 13 SKS.

Contoh tersebut hanya digunakan untuk memahami sistem perhitungannya.

Jumlah SKS sebenarnya harus mengikuti mata kuliah yang tersedia dan ketentuan resmi dari perguruan tinggi.

Berapa SKS yang Bisa Diambil Mahasiswa?

Pertanyaan mengenai jumlah maksimal SKS cukup sering muncul di kalangan mahasiswa baru.

Namun, jawabannya harus dilihat berdasarkan ketentuan yang berlaku pada perguruan tinggi dan program studi masing-masing.

Regulasi pendidikan tinggi pernah mengatur ketentuan beban belajar tertentu berdasarkan capaian akademik mahasiswa dan jenjang pendidikan. Karena kebijakan pendidikan tinggi dapat mengalami pembaruan, mahasiswa sebaiknya selalu mengacu pada aturan akademik terbaru dari kampusnya.

Jangan menentukan jumlah SKS berdasarkan:

  • jumlah SKS teman
  • informasi dari media sosial yang tidak jelas
  • pengalaman mahasiswa dari kampus lain

Sumber paling tepat adalah pihak akademik kampus.

Mengapa Mahasiswa Tidak Boleh Asal Mengambil Banyak SKS?

Mengambil banyak SKS berarti mahasiswa perlu siap menghadapi beban akademik yang lebih besar.

Hal ini tidak selalu menjadi masalah apabila mahasiswa memang mampu mengatur waktu dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, beban studi yang terlalu berat dapat menimbulkan sejumlah kesulitan.

Misalnya:

  • tugas menjadi menumpuk
  • waktu belajar berkurang
  • persiapan ujian kurang maksimal
  • jadwal menjadi terlalu padat
  • waktu istirahat terganggu

Mahasiswa perlu memahami bahwa kuliah bukan sekadar hadir di kelas.

Ada proses belajar mandiri yang tetap perlu dilakukan di luar jadwal perkuliahan.

Karena itu, kemampuan mengatur waktu menjadi sangat penting.

Baca Juga: D3 Kebidanan 2026, Berapa Lama Kuliah dan Apa Saja Peluang Kerjanya?

image-87-1024x683 Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru

Perbedaan SKS Mata Kuliah Teori dan Praktikum

Setiap program studi dapat memiliki karakter pembelajaran yang berbeda.

Mahasiswa pada bidang tertentu mungkin lebih banyak mempelajari teori. Sementara mahasiswa bidang lain memiliki jadwal praktikum yang lebih padat.

Dalam pendidikan kesehatan, kegiatan praktikum menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga dapat melakukan latihan keterampilan sesuai dengan capaian pembelajaran program studi.

Karena itu, mahasiswa perlu memperhatikan beban kegiatan secara keseluruhan.

Jangan hanya melihat jumlah SKS.

Perhatikan juga jenis kegiatan yang akan dijalani.

Seorang mahasiswa mungkin memiliki jumlah SKS yang tidak terlalu besar, tetapi jadwal praktikumnya cukup padat. Sebaliknya, mahasiswa lain mungkin memiliki lebih banyak pembelajaran teori dan tugas mandiri.

Apa Perbedaan SKS dan Semester?

SKS dan semester merupakan dua istilah yang berbeda.

Semester menunjukkan periode atau tahap waktu dalam perjalanan perkuliahan.

Sementara SKS menunjukkan satuan beban belajar.

Sebagai gambaran sederhana:

Semester menjawab pertanyaan:

“Mahasiswa sedang berada pada tahap perkuliahan yang ke berapa?”

Sedangkan SKS menjawab pertanyaan:

“Berapa beban studi yang sedang atau telah ditempuh?”

Memahami perbedaan ini penting agar mahasiswa tidak salah ketika membaca informasi akademik.

Apa yang Dimaksud Beban Studi?

Beban studi adalah jumlah kegiatan akademik yang perlu ditempuh mahasiswa dalam periode tertentu.

SKS menjadi salah satu cara untuk menggambarkan beban tersebut.

Beban studi tidak hanya berkaitan dengan jumlah mata kuliah.

Mahasiswa juga perlu mempertimbangkan kegiatan lain seperti:

  • tugas individu
  • tugas kelompok
  • praktikum
  • presentasi
  • ujian
  • kegiatan akademik lainnya

Oleh karena itu, mahasiswa perlu membuat perencanaan yang realistis.

Jangan hanya berfokus pada target cepat menyelesaikan kuliah tanpa mempertimbangkan kemampuan untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Apakah Mengambil Banyak SKS Bisa Membuat Cepat Lulus?

Belum tentu.

Masa studi mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak SKS yang diambil dalam satu semester.

Mahasiswa tetap harus memenuhi berbagai persyaratan akademik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • menyelesaikan mata kuliah wajib
  • memenuhi mata kuliah prasyarat
  • memperoleh hasil akademik sesuai ketentuan
  • menyelesaikan persyaratan akhir studi
  • mengikuti ketentuan program studi

Mengambil beban studi yang terlalu berat tetapi tidak dapat diikuti dengan baik justru dapat menghambat rencana akademik.

Perencanaan yang tepat lebih penting dibandingkan sekadar mengejar jumlah SKS.

Tips Memilih Beban Studi bagi Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru masih berada dalam tahap adaptasi.

Karena itu, tidak perlu merasa harus langsung memahami seluruh sistem perkuliahan.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan.

Pahami Kurikulum Program Studi

Mahasiswa perlu mengetahui mata kuliah yang harus ditempuh.

Pelajari juga apakah terdapat:

  • mata kuliah wajib
  • mata kuliah pilihan
  • mata kuliah prasyarat
  • mata kuliah praktikum

Pemahaman terhadap kurikulum akan membantu mahasiswa melihat gambaran perjalanan akademiknya.

Mahasiswa yang sedang mempertimbangkan pilihan pendidikan kesehatan juga dapat mempelajari informasi Program Studi STIKES Istara melalui sumber resmi kampus agar memperoleh gambaran mengenai pilihan bidang pendidikan yang tersedia.

Periksa Jadwal Perkuliahan

Jangan hanya memperhatikan jumlah SKS.

Periksa juga jadwal kuliah secara keseluruhan.

Pastikan mahasiswa mengetahui waktu pelaksanaan:

  • kuliah
  • praktikum
  • kegiatan akademik
  • tugas kelompok

Jadwal yang terlalu padat dapat memengaruhi waktu belajar dan istirahat.

Konsultasikan dengan Dosen Pembimbing Akademik

Jika terdapat kebingungan mengenai KRS atau rencana studi, mahasiswa sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi yang belum pasti.

Konsultasi dengan dosen pembimbing dapat membantu mahasiswa memahami pilihan akademik yang tersedia.

Mahasiswa dapat memperdalam pentingnya proses tersebut melalui Pentingnya Bimbingan Akademik dalam Proses Studi Mahasiswa sebagai referensi internal yang relevan dengan kehidupan mahasiswa baru.

Jangan Mengikuti Pilihan Teman Secara Sembarangan

Setiap mahasiswa memiliki kondisi akademik yang berbeda.

Pilihan mata kuliah teman belum tentu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa lainnya.

Pertimbangkan:

  • kemampuan belajar
  • jadwal pribadi
  • kegiatan praktikum
  • target akademik
  • ketentuan kampus

SKS dan Kegiatan Belajar di Luar Ruang Kelas

Perkembangan pendidikan tinggi menunjukkan bahwa proses pembelajaran mahasiswa dapat berlangsung dalam berbagai bentuk.

Kegiatan akademik tidak selalu terbatas pada pertemuan di ruang kelas.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi juga memiliki kebijakan dan informasi mengenai pengakuan SKS dalam berbagai bentuk pembelajaran sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks tertentu, pengalaman belajar mahasiswa dapat mencakup kegiatan seperti:

  • praktik kerja
  • magang
  • penelitian
  • pertukaran mahasiswa
  • kegiatan kewirausahaan
  • pengabdian kepada masyarakat

Namun, mahasiswa tidak boleh menganggap semua kegiatan otomatis dapat dikonversi menjadi SKS.

Setiap program memiliki aturan dan mekanisme yang harus dipenuhi.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa Baru Mengenai SKS

Mahasiswa baru wajar jika masih melakukan kesalahan saat beradaptasi.

Namun, beberapa kesalahan berikut dapat dihindari.

Menganggap Jumlah Mata Kuliah Sama dengan Jumlah SKS

Ini merupakan kesalahan yang cukup umum.

Satu mata kuliah dapat memiliki bobot 2 SKS, sementara mata kuliah lain memiliki bobot 3 SKS atau lebih.

Jumlah mata kuliah tidak dapat langsung digunakan untuk mengetahui total beban SKS.

Tidak Membaca Panduan Akademik

Panduan akademik berisi informasi penting mengenai proses studi.

Mahasiswa sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari teman.

Periksa sumber resmi kampus.

Tidak Memperhatikan Mata Kuliah Prasyarat

Beberapa mata kuliah dapat memiliki persyaratan tertentu.

Mahasiswa perlu memahami urutan mata kuliah agar rencana studi dapat berjalan dengan baik.

Menunda Konsultasi

Jika mengalami masalah saat menyusun rencana studi, segera cari bantuan.

Jangan menunggu hingga batas waktu pengisian KRS hampir berakhir.

Bagaimana Mahasiswa Mengatur Waktu Berdasarkan Beban SKS?

Setiap mahasiswa memiliki pola belajar yang berbeda.

Namun, membuat jadwal mingguan dapat membantu mengatur berbagai kegiatan.

Mahasiswa dapat membagi waktu untuk:

  • mengikuti kuliah
  • membaca materi
  • mengerjakan tugas
  • mempersiapkan praktikum
  • berdiskusi dengan kelompok
  • beristirahat

Jangan menunggu tugas menumpuk sebelum mulai mengerjakannya.

Membagi pekerjaan akademik menjadi beberapa bagian kecil dapat membuat proses belajar terasa lebih teratur.

Mahasiswa juga perlu menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kebutuhan pribadi.

SKS dalam Perjalanan Akademik Mahasiswa

SKS menjadi bagian dari catatan perjalanan akademik.

Seiring bertambahnya semester, mahasiswa akan menempuh berbagai mata kuliah sesuai kurikulum.

Karena itu, mahasiswa perlu memiliki gambaran mengenai:

  • mata kuliah yang sudah ditempuh
  • mata kuliah yang belum diambil
  • jumlah SKS yang telah diselesaikan
  • persyaratan akademik berikutnya

Biasanya, informasi akademik tersebut dapat dilihat melalui sistem yang disediakan perguruan tinggi.

Mahasiswa perlu rutin memeriksa data akademiknya agar tidak terjadi kesalahan informasi.

Mengapa Mahasiswa Harus Memahami SKS Sejak Semester Awal?

Semester awal merupakan masa adaptasi.

Mahasiswa akan belajar mengenali sistem baru yang berbeda dengan pendidikan sebelumnya.

Memahami SKS sejak awal dapat membantu mahasiswa:

  • lebih percaya diri saat membaca KRS
  • memahami struktur mata kuliah
  • merencanakan waktu belajar
  • mengenali beban akademik
  • mengetahui pentingnya konsultasi akademik

Tidak perlu merasa panik jika belum memahami semuanya.

Yang penting adalah terus mencari informasi dari sumber yang benar.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta sumber resmi pendidikan tinggi dapat menjadi rujukan untuk memahami kebijakan pendidikan secara umum, sementara aturan teknis mahasiswa tetap harus mengikuti ketentuan kampus masing-masing.

Kapan Mahasiswa Harus Bertanya Mengenai SKS?

Mahasiswa sebaiknya segera bertanya apabila menemukan informasi yang belum dipahami.

Beberapa situasi yang perlu dikonsultasikan antara lain:

  • bingung saat mengisi KRS
  • tidak memahami jumlah SKS
  • ingin mengetahui mata kuliah prasyarat
  • mengalami kendala jadwal
  • ingin mengubah rencana studi
  • membutuhkan penjelasan mengenai aturan akademik

Pihak yang dapat menjadi sumber informasi meliputi:

  • dosen pembimbing akademik
  • program studi
  • bagian akademik
  • layanan administrasi kampus

Untuk mahasiswa baru, jangan ragu bertanya kepada pihak yang tepat.

Informasi dari teman memang dapat membantu, tetapi keputusan akademik tetap sebaiknya didasarkan pada sumber resmi.

Memahami SKS kuliah sejak awal akan membantu mahasiswa menjalani proses perkuliahan dengan lebih terarah. Ketika sudah memahami hubungan antara SKS, mata kuliah, KRS, dan beban studi, mahasiswa dapat mulai menyusun kebiasaan belajar yang lebih teratur dan menyesuaikan rencana akademik dengan kemampuan diri.

happy Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Happy
0 %
sad Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Sad
0 %
excited Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Excited
0 %
sleepy Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Sleepy
0 %
angry Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Angry
0 %
surprise Apa Itu SKS Kuliah? Panduan Lengkap untuk Mahasiswa Baru
Surprise
0 %

You May Have Missed