Loading Now
×

Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?

Kuliah di STIKES atau universitas untuk mahasiswa jurusan kesehatan

Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?

0 0
Read Time:25 Minute, 20 Second

Memilih perguruan tinggi setelah lulus SMA atau sederajat bukan sekadar menentukan nama kampus. Bagi calon mahasiswa yang ingin masuk bidang kesehatan, pilihan antara kuliah di STIKES atau universitas sering menjadi pertanyaan penting karena keduanya memiliki karakter lingkungan akademik yang berbeda.

STIKES atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan umumnya memiliki fokus pendidikan yang lebih terkonsentrasi pada bidang kesehatan. Sementara itu, universitas memiliki cakupan rumpun ilmu yang lebih luas dan dapat menaungi berbagai bidang pendidikan dalam satu institusi.

Secara kelembagaan, keduanya sama-sama termasuk bentuk perguruan tinggi. Data Kementerian Pendidikan menjelaskan bahwa perguruan tinggi di Indonesia dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau universitas.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan sekadar mana yang lebih bagus, tetapi mana yang paling sesuai dengan jurusan, tujuan pendidikan, gaya belajar, dan rencana karier calon mahasiswa.

Bagi calon mahasiswa yang sudah yakin ingin menekuni keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, atau bidang kesehatan lainnya, lingkungan kampus yang fokus pada bidang tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan.

Sebaliknya, mahasiswa yang masih ingin mengeksplorasi banyak bidang atau menginginkan lingkungan akademik yang lebih beragam mungkin lebih tertarik pada universitas dengan banyak fakultas dan rumpun ilmu.

Apa Perbedaan STIKES dan Universitas?

Perbedaan paling mudah dilihat dari cakupan bidang pendidikan.

Sekolah tinggi merupakan salah satu bentuk perguruan tinggi yang memiliki fokus pada satu rumpun ilmu tertentu. Universitas memiliki cakupan pendidikan yang lebih luas dan dapat menyelenggarakan pendidikan akademik dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketentuan mengenai bentuk perguruan tinggi tersebut juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Dalam konteks pendidikan kesehatan, perbedaan fokus tersebut dapat memberikan pengalaman akademik yang berbeda.

Di STIKES, mahasiswa biasanya berada dalam lingkungan yang sejak awal memang berkaitan dengan ilmu kesehatan. Hal tersebut dapat terlihat dari program studi, laboratorium, kegiatan akademik, serta aktivitas praktik yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, mahasiswa jurusan kesehatan di universitas dapat berada dalam lingkungan yang lebih beragam karena kampus tersebut mungkin juga memiliki fakultas ekonomi, teknik, hukum, pendidikan, sosial, teknologi, atau bidang lainnya.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Kuliah di STIKES atau Universitas untuk Jurusan Kesehatan

Bagi calon mahasiswa yang sudah menentukan pilihan pada bidang kesehatan, kuliah di STIKES atau universitas sebaiknya dibandingkan berdasarkan beberapa aspek utama.

Pertama adalah program studi yang tersedia.

Kedua adalah kurikulum dan pola pembelajaran.

Ketiga adalah fasilitas praktikum.

Keempat adalah kesempatan praktik lapangan.

Kelima adalah kualitas tenaga pengajar.

Keenam adalah status dan mutu program studi.

Ketujuh adalah lingkungan belajar.

Kedelapan adalah biaya pendidikan dan kemampuan finansial keluarga.

Kesembilan adalah rencana karier setelah lulus.

Kesepuluh adalah peluang melanjutkan pendidikan.

Jangan memilih hanya karena sebuah kampus memiliki nama yang lebih besar.

Untuk jurusan kesehatan, kesesuaian program pendidikan dengan tujuan karier justru menjadi pertimbangan yang sangat penting.

Mengapa STIKES Menarik untuk Calon Mahasiswa Kesehatan?

Salah satu alasan calon mahasiswa mempertimbangkan STIKES adalah fokus bidang pendidikannya.

Mahasiswa berada di lingkungan yang berkaitan erat dengan ilmu kesehatan sejak awal perkuliahan.

Hal tersebut dapat memberikan suasana belajar yang lebih spesifik.

Misalnya, mahasiswa keperawatan akan lebih sering berinteraksi dengan materi yang berhubungan dengan keperawatan, keterampilan klinis, praktik laboratorium, dan pelayanan kesehatan.

Begitu pula mahasiswa kebidanan yang akan mempelajari berbagai aspek asuhan kebidanan dan kesehatan ibu serta anak.

Di STIKES Istara Nusantara, misalnya, website resmi kampus mencantumkan program S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, dan D3 Kebidanan. Pada S1 Keperawatan, kampus menjelaskan adanya pembelajaran teori, praktikum laboratorium, serta praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra.

Informasi tersebut menunjukkan bagaimana institusi yang berfokus pada kesehatan dapat membangun lingkungan akademik yang relevan dengan bidang yang dipelajari mahasiswa.

Program Studi Menjadi Pertimbangan Utama

Sebelum menentukan kuliah di STIKES atau universitas, calon mahasiswa sebaiknya tidak langsung membandingkan nama institusinya.

Mulailah dari program studi.

Tanyakan terlebih dahulu:

  • Apakah jurusan yang diinginkan tersedia?
  • Apakah jenjang pendidikannya sesuai?
  • Bagaimana kurikulumnya?
  • Apa bentuk kegiatan praktiknya?
  • Bagaimana fasilitas laboratoriumnya?
  • Di mana mahasiswa menjalani praktik lapangan?
  • Apa pilihan karier setelah lulus?
  • Apakah tersedia jalur pendidikan lanjutan?

Pendekatan tersebut lebih membantu daripada memilih kampus hanya berdasarkan popularitas.

Calon mahasiswa keperawatan, misalnya, perlu memahami bahwa pendidikan untuk menjadi tenaga keperawatan profesional tidak berhenti pada pemilihan kampus. Kementerian Kesehatan mencantumkan kualifikasi perawat dalam konteks tertentu sebagai D4/S1 Keperawatan dan Profesi Ners atau Profesi Ners, sehingga jalur pendidikan lanjutan perlu dipahami sejak awal.

Bagaimana dengan Universitas?

Universitas memiliki keunggulan berupa lingkungan akademik yang lebih luas.

Mahasiswa jurusan kesehatan dapat berada dalam satu institusi dengan mahasiswa dari berbagai bidang lain.

Kondisi tersebut dapat membuka kesempatan interaksi lintas disiplin.

Misalnya, mahasiswa kesehatan dapat bertemu dengan mahasiswa teknologi informasi, bisnis, komunikasi, teknik, psikologi, atau ilmu sosial tergantung struktur universitas.

Lingkungan seperti ini dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang tertarik pada kolaborasi multidisiplin.

Dalam dunia kesehatan modern, kerja sama lintas bidang juga semakin penting.

Pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan tenaga klinis. Pengelolaan data, sistem informasi, manajemen fasilitas kesehatan, komunikasi publik, penelitian, dan berbagai bidang lain juga memiliki peran.

Namun, keberadaan banyak fakultas bukan berarti otomatis membuat universitas lebih cocok untuk semua calon mahasiswa.

Kesesuaian tetap harus dilihat dari program studi yang dipilih.

Apakah Kuliah di STIKES Lebih Banyak Praktik?

Pertanyaan mengenai praktik sering muncul ketika calon mahasiswa membandingkan kampus kesehatan.

Jawabannya tidak bisa digeneralisasi hanya berdasarkan nama institusi.

Jumlah dan bentuk praktikum ditentukan oleh kurikulum program studi, capaian pembelajaran, serta ketentuan pendidikan yang berlaku.

Namun, bidang kesehatan memang membutuhkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis.

Mahasiswa perlu mengembangkan pengetahuan sekaligus keterampilan sesuai kompetensi bidangnya.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa standar profesi perawat mencakup standar kompetensi dan kode etik profesi. Dokumen tersebut juga menjelaskan area kompetensi dan keterampilan yang berkaitan dengan profesi perawat.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya melihat apakah kampus menyediakan laboratorium dan lingkungan praktik yang mendukung pencapaian kompetensi.

Laboratorium Menjadi Bagian Penting Pendidikan Kesehatan

Untuk jurusan seperti keperawatan dan kebidanan, laboratorium dapat menjadi tempat mahasiswa berlatih sebelum menghadapi situasi pelayanan yang sebenarnya.

Mahasiswa dapat mempelajari keterampilan dasar melalui simulasi.

Tujuannya bukan sekadar mendapatkan nilai praktikum, tetapi membangun kebiasaan melakukan prosedur secara sistematis.

Website resmi STIKES Istara mencantumkan laboratorium keperawatan untuk praktik keterampilan dasar dan klinis, laboratorium kebidanan untuk simulasi asuhan kebidanan, serta laboratorium kesehatan masyarakat untuk praktik yang berkaitan dengan epidemiologi, gizi, dan kesehatan lingkungan.

Fasilitas semacam ini dapat menjadi pertimbangan ketika calon mahasiswa melakukan survei kampus.

Jangan hanya melihat apakah kampus memiliki laboratorium.

Perhatikan juga apakah fasilitas tersebut relevan dengan program studi yang ingin dipilih.

Praktik Klinik dan Lapangan

Pembelajaran bidang kesehatan juga memiliki hubungan erat dengan praktik lapangan.

Mahasiswa perlu memahami bahwa kondisi pasien di lapangan tidak selalu identik dengan skenario yang dipelajari di ruang kelas.

Karena itu, pengalaman praktik dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan, kerja sama tim, dan penerapan pengetahuan.

Pada halaman program studi resminya, STIKES Istara menjelaskan bahwa S1 Keperawatan didukung praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra. D3 Kebidanan juga disebut memiliki praktik lapangan di rumah sakit, klinik bersalin, dan puskesmas.

Informasi seperti ini sebaiknya menjadi bahan perbandingan ketika calon mahasiswa melakukan riset kampus.

Perbedaan Lingkungan Belajar

Lingkungan belajar merupakan faktor yang sering dilupakan.

Di STIKES, mahasiswa umumnya berada dalam komunitas yang lebih dekat dengan bidang kesehatan.

Materi pembelajaran, aktivitas organisasi, seminar, dan diskusi dapat banyak berhubungan dengan dunia kesehatan.

Di universitas, mahasiswa dapat memperoleh lingkungan yang lebih heterogen.

Satu kampus bisa memiliki mahasiswa dari berbagai fakultas dengan minat dan latar belakang akademik berbeda.

Tidak ada pilihan yang otomatis lebih baik.

Mahasiswa yang merasa nyaman dengan lingkungan yang fokus mungkin lebih cocok dengan STIKES.

Sementara mahasiswa yang menyukai keberagaman bidang akademik dapat mempertimbangkan universitas.

Kuliah di STIKES atau Universitas dari Sisi Fasilitas

Fasilitas kampus sebaiknya tidak dinilai hanya dari jumlah gedung atau luas area.

Untuk mahasiswa kesehatan, fasilitas yang paling relevan justru dapat berupa:

  • laboratorium keperawatan
  • laboratorium kebidanan
  • laboratorium kesehatan masyarakat
  • perpustakaan
  • akses jurnal dan literatur
  • ruang praktik
  • fasilitas teknologi informasi
  • e-learning
  • jaringan internet
  • tempat praktik lapangan
  • fasilitas kegiatan mahasiswa

STIKES Istara, misalnya, mencantumkan laboratorium kesehatan, perpustakaan dengan literatur kesehatan, area praktik lapangan, fasilitas IT dan e-learning, serta fasilitas mahasiswa di halaman fasilitas kampus resminya.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya melihat fasilitas berdasarkan kebutuhan jurusan.

Laboratorium yang relevan untuk S1 Keperawatan mungkin tidak sama dengan fasilitas yang paling dibutuhkan mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat.

Bagaimana Memilih Kampus Kesehatan yang Tepat?

Ketika mulai membandingkan kampus, calon mahasiswa dapat membuat daftar penilaian sederhana.

Misalnya:

  • program studi
  • status perguruan tinggi
  • status program studi
  • kurikulum
  • fasilitas
  • laboratorium
  • praktik lapangan
  • tenaga pengajar
  • lokasi
  • biaya
  • beasiswa
  • kegiatan mahasiswa
  • akses transportasi
  • peluang pendidikan lanjutan

Dengan daftar tersebut, perbandingan menjadi lebih objektif.

Calon mahasiswa tidak lagi hanya bertanya “STIKES atau universitas?”, tetapi dapat menjawab pertanyaan yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhannya.

Baca Juga: Kuliah S1 Keperawatan, Berapa Lama sampai Bisa Menjadi Perawat?

image-47-1024x683 Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?

Bagaimana Memilih S1 Keperawatan?

Jika tujuan utama adalah menjadi perawat, calon mahasiswa perlu memahami jalur pendidikan yang akan ditempuh.

S1 Keperawatan memberikan pendidikan akademik di bidang keperawatan.

Namun, bagi calon perawat profesional, pendidikan profesi Ners menjadi bagian penting dari perencanaan pendidikan.

Kementerian Kesehatan melalui pedoman penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Profesi Ners menjelaskan bahwa pendidikan profesi Ners bertujuan menghasilkan tenaga keperawatan profesional dengan sebutan Ners.

Hal tersebut membuat calon mahasiswa sebaiknya melihat kampus bukan hanya berdasarkan tempat memperoleh gelar sarjana.

Pertimbangkan pula bagaimana rencana pendidikan dapat dilanjutkan menuju tahap profesi.

STIKES untuk Mahasiswa yang Sudah Fokus pada Bidang Kesehatan

Salah satu karakter yang dapat menjadi kelebihan STIKES adalah fokus bidang.

Jika sejak SMA seseorang sudah yakin ingin menekuni keperawatan, kebidanan, atau kesehatan masyarakat, berada di lingkungan pendidikan kesehatan dapat terasa lebih relevan.

Mahasiswa akan bertemu dengan teman yang memiliki minat serupa.

Dosen juga berasal dari bidang yang relevan dengan program studi.

Kegiatan akademik dapat diarahkan pada isu kesehatan.

Fasilitas praktikum juga dirancang untuk mendukung kebutuhan bidang tersebut.

Namun, tetap penting untuk memeriksa setiap kampus secara individual.

Tidak semua STIKES memiliki program studi, fasilitas, kualitas layanan, atau kondisi akademik yang sama.

Universitas untuk Mahasiswa yang Menginginkan Lingkungan Multidisiplin

Universitas dapat menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman lintas fakultas.

Misalnya, mahasiswa kesehatan yang tertarik pada teknologi kesehatan dapat memperoleh kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa bidang teknologi.

Mahasiswa kesehatan masyarakat yang tertarik pada kebijakan publik dapat menemukan lingkungan akademik yang lebih luas.

Kolaborasi semacam ini dapat memperluas perspektif.

Namun, calon mahasiswa tetap harus memastikan bahwa program studi kesehatan yang dipilih memiliki kualitas dan fasilitas yang sesuai.

Nama “universitas” sendiri bukan jaminan bahwa setiap program studi di dalamnya memiliki kualitas yang sama.

Hal yang sama berlaku untuk STIKES.

Karena itu, kuliah di STIKES atau universitas sebaiknya diputuskan berdasarkan program studi dan kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar label institusinya.

Pentingnya Melihat Status dan Mutu Program Studi

Akreditasi merupakan salah satu aspek yang sebaiknya diperiksa sebelum mendaftar.

Calon mahasiswa dapat memeriksa informasi perguruan tinggi dan program studi melalui sumber resmi pendidikan tinggi.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial, brosur lama, atau promosi pihak ketiga.

Informasi resmi dapat berubah, termasuk nama program studi, status, penyelenggaraan, dan berbagai ketentuan akademik.

Undang-Undang Pendidikan Tinggi juga menempatkan penjaminan mutu dan akreditasi sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Karena itu, langkah sederhana sebelum mendaftar adalah melakukan verifikasi.

Apa yang Perlu Dicek di Website Kampus?

Website resmi kampus dapat menjadi sumber awal yang sangat berguna.

Cari informasi seperti:

  • daftar program studi
  • kurikulum
  • profil dosen
  • fasilitas
  • laboratorium
  • kegiatan mahasiswa
  • praktik lapangan
  • pendaftaran
  • biaya pendidikan
  • beasiswa
  • kontak resmi
  • informasi akademik

Untuk calon mahasiswa yang sedang mempertimbangkan STIKES Istara, misalnya, informasi program studi resmi saat ini mencantumkan S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, dan D3 Kebidanan.

Informasi tersebut sebaiknya menjadi titik awal sebelum membandingkan dengan kampus lain.

Jangan Memilih Kampus Hanya karena Ikut Teman

Keputusan kuliah memiliki dampak jangka panjang.

Karena itu, pilihan sebaiknya tidak hanya mengikuti teman atau rekomendasi orang lain.

Teman mungkin cocok dengan satu kampus, tetapi belum tentu kampus tersebut sesuai dengan kebutuhan akademik kita.

Begitu juga dengan keluarga.

Saran orang tua penting, tetapi calon mahasiswa tetap perlu memahami program studi dan jalur karier yang ingin ditempuh.

Jika ingin menjadi perawat, misalnya, cari kampus yang memberikan jalur pendidikan keperawatan dan mendukung rencana menuju profesi.

Jika tertarik pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, program kesehatan masyarakat dapat menjadi pilihan yang berbeda.

Memilih Berdasarkan Tujuan Karier

Pertanyaan berikutnya adalah: setelah lulus ingin bekerja sebagai apa?

Ini penting karena jurusan kesehatan memiliki karakter karier yang berbeda.

S1 Keperawatan mengarah pada bidang keperawatan dan dapat dilanjutkan ke profesi Ners.

S1 Kesehatan Masyarakat memiliki ruang karier pada promosi kesehatan, epidemiologi, manajemen kesehatan, penelitian, dan berbagai bidang kesehatan masyarakat.

D3 Kebidanan berfokus pada pendidikan kebidanan dan kompetensi yang berkaitan dengan pelayanan kebidanan.

STIKES Istara sendiri menjelaskan ketiga program tersebut melalui halaman resmi program studinya, termasuk gambaran bidang pembelajaran dan prospek karier masing-masing.

Karena itu, calon mahasiswa perlu memilih program studi terlebih dahulu, kemudian menentukan lingkungan kampus yang paling mendukung.

Kuliah di STIKES atau Universitas dari Sisi Karier

Dari sisi karier, tidak tepat jika mengatakan lulusan STIKES pasti lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan lulusan universitas.

Begitu pula sebaliknya.

Peluang kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

  • kompetensi lulusan
  • program studi
  • jenjang pendidikan
  • pengalaman praktik
  • kemampuan komunikasi
  • keterampilan profesional
  • kebutuhan tenaga kesehatan
  • persyaratan tempat kerja
  • regulasi profesi
  • kemampuan beradaptasi

Kementerian Kesehatan menempatkan standar kompetensi sebagai salah satu bagian penting dalam standar profesi perawat.

Artinya, calon mahasiswa perlu memikirkan kualitas kompetensi yang akan diperoleh selama pendidikan, bukan sekadar nama institusi.

Mengapa Kompetensi Lebih Penting daripada Label Kampus?

Dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan.

Untuk bidang kesehatan, kemampuan tersebut bahkan memiliki hubungan langsung dengan kualitas pelayanan.

Karena itu, mahasiswa perlu membangun:

  • kemampuan akademik
  • keterampilan klinis sesuai bidang
  • komunikasi
  • etika profesi
  • kerja sama tim
  • kemampuan berpikir kritis
  • kemampuan memecahkan masalah
  • kesiapan belajar sepanjang karier

Standar Profesi Perawat yang diterbitkan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa standar kompetensi diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas tenaga kesehatan serta pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi kesehatan tidak berhenti pada memperoleh ijazah.

Kompetensi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan profesional.

Bagaimana dengan Biaya Kuliah?

Biaya merupakan pertimbangan yang sangat penting.

Namun, tidak ada angka tunggal yang dapat digunakan untuk mengatakan STIKES selalu lebih murah atau universitas selalu lebih mahal.

Biaya bergantung pada:

  • status perguruan tinggi
  • program studi
  • lokasi kampus
  • fasilitas
  • sistem pembayaran
  • jumlah semester
  • biaya praktikum
  • biaya kegiatan akademik
  • biaya registrasi
  • biaya pendidikan profesi jika diperlukan

Karena itu, calon mahasiswa perlu meminta rincian biaya resmi dari masing-masing kampus.

Jangan hanya membandingkan uang pangkal.

Perhitungkan seluruh biaya sampai selesai menempuh pendidikan.

Biaya Pendidikan dan Jalur Profesi

Khusus calon mahasiswa keperawatan, perhitungan biaya perlu mempertimbangkan rencana setelah S1.

Jika target akhirnya menjadi Ners, biaya pendidikan tidak berhenti pada tahap sarjana.

Kementerian Kesehatan secara eksplisit mencantumkan jalur D4/S1 Keperawatan + Profesi Ners sebagai salah satu kualifikasi pendidikan untuk perawat dalam dokumen bantuan pendanaan SDM kesehatan.

Karena itu, ketika menghitung kemampuan finansial, keluarga sebaiknya memperkirakan seluruh perjalanan pendidikan.

Hal tersebut membantu calon mahasiswa membuat keputusan yang lebih realistis sejak awal.

Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Secara sederhana, STIKES dapat menjadi pilihan menarik jika kamu:

  • sudah yakin ingin menekuni bidang kesehatan
  • menginginkan lingkungan yang fokus pada kesehatan
  • membutuhkan fasilitas praktikum yang relevan
  • ingin banyak berinteraksi dengan mahasiswa bidang kesehatan
  • ingin membangun jaringan di lingkungan kesehatan

Universitas dapat menjadi pilihan menarik jika kamu:

  • ingin lingkungan akademik yang lebih beragam
  • tertarik pada kolaborasi lintas bidang
  • ingin mengeksplorasi berbagai rumpun ilmu
  • membutuhkan pilihan fakultas yang lebih luas
  • ingin berada dalam komunitas mahasiswa dari berbagai bidang

Tetapi daftar tersebut bukan aturan mutlak.

Yang paling penting tetap kualitas program studi yang dipilih.

Memilih Berdasarkan Tujuan Karier

Ketika membandingkan kuliah di STIKES atau universitas, tujuan karier sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan utama. Jangan sampai seseorang memilih kampus hanya karena namanya populer, tetapi program studi yang diambil ternyata tidak sesuai dengan rencana pekerjaan setelah lulus.

Untuk bidang kesehatan, setiap program studi memiliki karakter kompetensi dan jalur karier yang berbeda.

Mahasiswa S1 Keperawatan, misalnya, akan mempelajari ilmu dan keterampilan keperawatan serta perlu memahami rencana pendidikan profesi apabila ingin melanjutkan ke jenjang Ners. Sementara mahasiswa Kesehatan Masyarakat memiliki cakupan kompetensi yang berbeda, terutama berkaitan dengan upaya promotif, preventif, kesehatan lingkungan, epidemiologi, manajemen, dan bidang kesehatan masyarakat lainnya.

D3 Kebidanan juga memiliki fokus tersendiri yang berkaitan dengan pendidikan kebidanan.

Karena itu, sebelum menentukan kampus, calon mahasiswa sebaiknya menjawab tiga pertanyaan:

  • Bidang kesehatan apa yang benar-benar ingin dipelajari?
  • Pekerjaan seperti apa yang ingin ditekuni setelah lulus?
  • Jenjang pendidikan apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut?

Jawaban tersebut akan membantu mempersempit pilihan kampus secara lebih rasional.

Apakah STIKES Selalu Lebih Baik untuk Jurusan Kesehatan?

Tidak tepat jika dikatakan bahwa STIKES selalu lebih baik daripada universitas.

Begitu pula tidak tepat jika menganggap universitas otomatis lebih unggul karena memiliki status sebagai universitas.

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bentuk perguruan tingginya.

Calon mahasiswa perlu melihat kualitas program studi, kurikulum, dosen, fasilitas, laboratorium, sistem pembelajaran, praktik lapangan, layanan akademik, dan berbagai aspek lain yang relevan.

STIKES dapat memiliki program kesehatan yang sangat kuat, sementara universitas tertentu juga dapat memiliki fakultas atau program studi kesehatan dengan fasilitas dan kualitas akademik yang sangat baik.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan:

“STIKES atau universitas mana yang lebih keren?”

Melainkan:

“Kampus mana yang paling sesuai dengan program studi dan tujuan pendidikan saya?”

Cara berpikir seperti ini akan membantu calon mahasiswa menghindari keputusan berdasarkan persepsi semata.

Pentingnya Membandingkan Program Studi, Bukan Hanya Nama Kampus

Misalnya seorang calon mahasiswa ingin menjadi perawat.

Ia menemukan dua pilihan:

Kampus A adalah universitas besar dengan banyak fakultas.

Kampus B adalah sekolah tinggi yang fokus pada kesehatan.

Jika program studi keperawatan di kedua kampus sama-sama tersedia, calon mahasiswa perlu membandingkan hal yang lebih spesifik.

Misalnya:

  • kurikulum keperawatan
  • fasilitas laboratorium
  • kualitas dosen
  • praktik klinik
  • jaringan lahan praktik
  • pembinaan keterampilan
  • sistem akademik
  • biaya pendidikan
  • jalur profesi Ners
  • kegiatan mahasiswa

Dari perbandingan tersebut barulah dapat diketahui kampus mana yang lebih sesuai.

Nama institusi hanya menjadi salah satu bagian dari keputusan.

Mengapa Kurikulum Perlu Diperiksa?

Kurikulum menentukan apa yang akan dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya membaca daftar mata kuliah dari brosur.

Perhatikan juga bagaimana teori dan praktik disusun.

Untuk pendidikan kesehatan, pembelajaran dapat melibatkan berbagai metode, seperti kuliah, diskusi, praktikum, simulasi, praktik lapangan, dan pembelajaran klinis sesuai program studi.

STIKES Istara, misalnya, menjelaskan pada halaman S1 Keperawatan bahwa proses pembelajaran mencakup teori, praktikum laboratorium, serta praktik klinik di rumah sakit dan puskesmas mitra. (stikes-istara.ac.id)

Informasi seperti ini lebih bermanfaat bagi calon mahasiswa dibandingkan sekadar mengetahui jumlah gedung atau luas kampus.

Fasilitas yang Perlu Dicek Calon Mahasiswa Kesehatan

Ketika melakukan survei kampus, calon mahasiswa sebaiknya membuat daftar fasilitas yang benar-benar berkaitan dengan program studi.

Untuk jurusan kesehatan, beberapa fasilitas yang dapat diperiksa antara lain:

  • laboratorium keperawatan
  • laboratorium kebidanan
  • laboratorium kesehatan masyarakat
  • ruang simulasi
  • perpustakaan
  • akses literatur ilmiah
  • fasilitas e-learning
  • fasilitas teknologi informasi
  • ruang diskusi
  • lahan praktik
  • fasilitas kegiatan mahasiswa

STIKES Istara mencantumkan fasilitas laboratorium kesehatan, perpustakaan, area praktik lapangan, fasilitas IT dan e-learning, serta berbagai fasilitas mahasiswa pada laman resminya. (stikes-istara.ac.id)

Namun, calon mahasiswa tetap perlu melihat fasilitas secara langsung jika memungkinkan.

Foto di website dapat memberikan gambaran awal, tetapi kunjungan kampus bisa memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi fasilitas sebenarnya.

Laboratorium Tidak Hanya untuk Praktikum

Laboratorium kesehatan memiliki fungsi penting dalam membangun keterampilan mahasiswa.

Mahasiswa dapat mempraktikkan prosedur tertentu melalui simulasi sebelum berhadapan dengan kondisi pelayanan yang sebenarnya.

Hal tersebut membuat proses belajar menjadi lebih terstruktur.

Kesalahan dalam simulasi dapat menjadi bahan evaluasi sebelum mahasiswa memasuki lingkungan praktik.

Untuk mahasiswa keperawatan, misalnya, keterampilan dasar dapat dilatih melalui simulasi.

Untuk kebidanan, laboratorium dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran keterampilan kebidanan.

Sementara untuk kesehatan masyarakat, fasilitas dapat mendukung pembelajaran yang berkaitan dengan epidemiologi, gizi, kesehatan lingkungan, dan bidang lainnya.

Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya bertanya apakah kampus memiliki laboratorium.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Laboratorium tersebut digunakan untuk apa dan seberapa sesuai dengan program studi yang saya pilih?”

Praktik Klinik Bisa Menjadi Pertimbangan Penting

Bagi mahasiswa bidang kesehatan tertentu, pengalaman praktik merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.

Mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan menerapkan teori dalam kondisi nyata.

Lingkungan praktik juga memberikan pengalaman berkomunikasi dengan pasien, tenaga kesehatan, keluarga pasien, maupun anggota tim lainnya.

STIKES Istara menjelaskan adanya praktik klinik dan lapangan dalam program studi yang ditawarkan. Pada S1 Keperawatan, praktik klinik disebut dilaksanakan di rumah sakit dan puskesmas mitra, sedangkan D3 Kebidanan mencantumkan praktik lapangan di rumah sakit, klinik bersalin, dan puskesmas. (stikes-istara.ac.id)

Informasi seperti ini dapat menjadi salah satu pembeda ketika calon mahasiswa membandingkan beberapa kampus.

Bagaimana dengan Rumah Sakit Mitra?

Hubungan kampus dengan fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa.

Rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat menjadi lingkungan untuk mendapatkan pengalaman praktik sesuai kebutuhan program studi.

Namun, calon mahasiswa perlu berhati-hati ketika membaca klaim mengenai jumlah atau nama mitra.

Pastikan informasi tersebut berasal dari sumber resmi kampus dan masih berlaku.

Jangan hanya mengandalkan unggahan media sosial yang sudah lama.

Untuk STIKES Istara, informasi mengenai lokasi praktik dan mitra sebaiknya selalu merujuk kepada keterangan terbaru dari kampus karena kerja sama institusi dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Apakah Mahasiswa Universitas Tidak Mendapatkan Praktik?

Tentu saja tidak demikian.

Program studi kesehatan di universitas juga dapat memiliki fasilitas laboratorium, rumah sakit pendidikan, klinik, pusat kesehatan, dan jaringan praktik yang sangat baik.

Perbedaannya terletak pada institusi dan program studi masing-masing.

Ada universitas yang memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan sendiri.

Ada universitas yang memiliki fakultas kesehatan dengan laboratorium lengkap.

Ada pula universitas yang bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan.

Karena itu, calon mahasiswa tidak boleh membuat kesimpulan hanya berdasarkan bentuk perguruan tingginya.

Yang perlu dibandingkan adalah program studi yang benar-benar akan dijalani.

Bagaimana dengan Organisasi Mahasiswa?

Kehidupan kampus bukan hanya soal ruang kelas.

Organisasi mahasiswa dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan nonakademik.

Beberapa kemampuan yang dapat berkembang melalui organisasi antara lain:

  • kepemimpinan
  • komunikasi
  • kerja sama
  • manajemen waktu
  • pengelolaan kegiatan
  • kemampuan berbicara di depan umum
  • pemecahan masalah

Universitas biasanya menawarkan organisasi mahasiswa yang lebih beragam karena jumlah fakultas dan program studi lebih banyak.

Sementara STIKES dapat memberikan lingkungan organisasi yang lebih terfokus pada bidang kesehatan.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

Jika calon mahasiswa ingin aktif dalam organisasi kesehatan, lingkungan STIKES dapat terasa lebih relevan.

Jika ingin berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai disiplin, universitas dapat memberikan pilihan yang lebih luas.

Apakah Lingkungan STIKES Terlalu Spesifik?

Fokus bidang bukan berarti lingkungan belajar menjadi terbatas dalam arti negatif.

Justru bagi sebagian mahasiswa, fokus tersebut dapat membantu membangun identitas akademik.

Bayangkan mahasiswa yang setiap hari berada di lingkungan yang berisi orang-orang dengan minat kesehatan yang sama.

Diskusi tentang kesehatan menjadi lebih mudah ditemukan.

Seminar kesehatan, kegiatan sosial, edukasi masyarakat, dan kegiatan akademik lainnya dapat menjadi bagian dari kehidupan kampus.

Hal ini bisa menjadi keuntungan bagi mahasiswa yang sudah memiliki tujuan karier yang jelas.

Kapan Universitas Bisa Menjadi Pilihan yang Lebih Menarik?

Universitas dapat menjadi pilihan menarik jika calon mahasiswa memiliki minat lintas disiplin.

Contohnya seseorang ingin mempelajari kesehatan tetapi juga tertarik dengan teknologi.

Ia mungkin ingin memahami bagaimana sistem informasi kesehatan dikembangkan.

Atau seseorang tertarik pada kesehatan masyarakat tetapi juga memiliki minat pada kebijakan publik.

Lingkungan universitas yang memiliki banyak fakultas dapat memberikan kesempatan interaksi dengan bidang lain.

Hal tersebut dapat membantu mahasiswa memahami masalah kesehatan dari perspektif yang lebih luas.

Kuliah di STIKES atau Universitas untuk Kesehatan Masyarakat

Kesehatan masyarakat memiliki cakupan yang berbeda dengan keperawatan dan kebidanan.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari pelayanan individu, tetapi juga persoalan kesehatan pada tingkat masyarakat.

Bidang yang dapat berkaitan dengan kesehatan masyarakat antara lain:

  • epidemiologi
  • promosi kesehatan
  • kesehatan lingkungan
  • keselamatan dan kesehatan kerja
  • administrasi kesehatan
  • penelitian kesehatan
  • kebijakan kesehatan

STIKES dapat menjadi pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang ingin berada di lingkungan yang memang fokus pada kesehatan.

Universitas juga dapat menjadi pilihan yang baik apabila memiliki program studi kesehatan masyarakat dengan kurikulum dan fasilitas yang sesuai.

Sekali lagi, program studi harus menjadi titik awal perbandingan.

Kuliah di STIKES atau Universitas untuk Kebidanan

Untuk calon mahasiswa yang ingin masuk kebidanan, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya nama kampus.

Periksa:

  • jenjang pendidikan
  • kurikulum
  • laboratorium kebidanan
  • simulasi
  • praktik klinik
  • lahan praktik
  • dosen
  • status program studi
  • biaya
  • jalur pendidikan setelah lulus

D3 Kebidanan merupakan salah satu program studi yang tercantum pada website resmi STIKES Istara. Kampus menjelaskan bahwa program tersebut membekali mahasiswa dengan pendidikan kebidanan serta pengalaman praktik di lingkungan pelayanan kesehatan. (stikes-istara.ac.id)

Bagi calon mahasiswa, informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk membandingkan dengan program kebidanan di perguruan tinggi lainnya.

Kuliah di STIKES atau Universitas untuk Keperawatan

Keperawatan menjadi salah satu bidang yang banyak dipertimbangkan calon mahasiswa.

Jika memilih S1 Keperawatan, calon mahasiswa perlu memahami bahwa proses pendidikan melibatkan teori dan keterampilan.

Selain itu, rencana pendidikan profesi juga perlu diperhitungkan.

Menurut Kementerian Kesehatan, pendidikan profesi Ners merupakan bagian penting dalam jalur pendidikan keperawatan profesional. (repositori-ditjen-nakes.kemkes.go.id)

Baca Juga: Profesi Ners Setelah S1 Keperawatan, Berapa Lama dan Apa Tahapannya?

Karena itu, saat membandingkan STIKES dengan universitas, calon mahasiswa keperawatan sebaiknya memeriksa apakah jalur pendidikan yang tersedia sesuai dengan rencana jangka panjang.

Bagaimana Menilai Dosen?

Dosen merupakan bagian penting dalam pengalaman pendidikan.

Calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai:

  • latar belakang pendidikan dosen
  • bidang keahlian
  • pengalaman mengajar
  • aktivitas penelitian
  • kegiatan pengabdian masyarakat
  • keterlibatan profesional

Namun, jangan menilai hanya dari jumlah gelar.

Yang lebih penting adalah relevansi keahlian dosen dengan program studi dan mata kuliah yang diajarkan.

Informasi mengenai dosen biasanya tersedia di website resmi perguruan tinggi atau program studi.

Pentingnya Akreditasi Program Studi

Akreditasi merupakan informasi yang wajib diperiksa sebelum memilih perguruan tinggi.

Calon mahasiswa sebaiknya mencari status akreditasi terbaru dari sumber resmi.

Jangan menggunakan informasi dari artikel lama tanpa mengecek tanggalnya.

Status program studi dapat berubah sesuai proses evaluasi dan kebijakan yang berlaku.

Informasi resmi mengenai pendidikan tinggi dapat diperiksa melalui sumber pemerintah dan lembaga terkait.

Kementerian Pendidikan juga menyediakan data referensi satuan pendidikan dan perguruan tinggi yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber verifikasi. (referensi.data.kemdikbud.go.id)

Bagaimana Membandingkan Biaya Secara Adil?

Kesalahan umum calon mahasiswa adalah membandingkan uang masuk saja.

Padahal biaya pendidikan dapat terdiri dari berbagai komponen.

Misalnya:

  • biaya pendaftaran
  • uang kuliah
  • biaya praktikum
  • biaya laboratorium
  • biaya kegiatan akademik
  • biaya perlengkapan
  • biaya praktik lapangan
  • biaya ujian
  • biaya wisuda
  • biaya pendidikan profesi jika diperlukan

Karena itu, mintalah rincian biaya lengkap.

Jangan ragu bertanya apakah ada biaya tambahan di semester tertentu.

Dengan cara tersebut, keluarga dapat membuat perencanaan finansial yang lebih realistis.

Bagaimana Jika Lokasi Kampus Jauh dari Rumah?

Lokasi juga memengaruhi biaya kuliah secara tidak langsung.

Kampus yang lebih jauh mungkin membutuhkan biaya:

  • transportasi
  • kos
  • makan
  • kebutuhan harian
  • internet
  • perlengkapan tambahan

Karena itu, kampus dengan biaya pendidikan sedikit lebih murah belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis jika biaya hidupnya jauh lebih besar.

Calon mahasiswa sebaiknya menghitung total biaya pendidikan dan kehidupan, bukan hanya uang kuliah.

Apakah Kuliah di STIKES Lebih Mudah?

Tidak.

Memilih STIKES bukan berarti kuliah menjadi lebih mudah.

Bidang kesehatan tetap membutuhkan kemampuan akademik, praktik, kedisiplinan, komunikasi, serta tanggung jawab.

Mahasiswa perlu mempelajari teori dan mengembangkan keterampilan sesuai kompetensi program studi.

Bahkan beberapa mata kuliah dan kegiatan praktik membutuhkan persiapan yang konsisten.

Karena itu, jangan memilih kampus berdasarkan anggapan bahwa salah satu bentuk perguruan tinggi lebih mudah daripada yang lain.

Apakah Universitas Lebih Sulit daripada STIKES?

Pernyataan tersebut juga tidak tepat jika dibuat secara umum.

Tingkat kesulitan kuliah lebih banyak dipengaruhi oleh program studi, mata kuliah, tuntutan kompetensi, dan karakter pembelajaran.

Program kesehatan di universitas tetap dapat memiliki praktikum dan praktik klinik yang kompleks.

Sebaliknya, program kesehatan di STIKES juga memiliki tuntutan akademik yang tinggi.

Jadi, calon mahasiswa sebaiknya fokus pada kesiapan diri.

Kesiapan Mental Sebelum Masuk Jurusan Kesehatan

Jurusan kesehatan membutuhkan kesiapan untuk belajar secara konsisten.

Mahasiswa mungkin menghadapi jadwal praktikum, tugas, ujian, praktik lapangan, serta berbagai kegiatan akademik.

Beberapa kemampuan yang sebaiknya mulai dibangun sejak sekolah antara lain:

  • disiplin belajar
  • komunikasi
  • kemampuan bekerja sama
  • membaca literatur
  • berpikir kritis
  • mengelola waktu
  • menjaga ketelitian
  • bertanggung jawab

Kemampuan tersebut akan membantu mahasiswa beradaptasi dengan dunia pendidikan kesehatan.

Jangan Hanya Mengikuti Tren

Jurusan kesehatan memang sering menjadi pilihan karena dianggap memiliki prospek kerja.

Namun, calon mahasiswa sebaiknya tidak memilih hanya karena sedang populer.

Pendidikan dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Jika seseorang tidak menyukai bidang yang dipelajari, prosesnya bisa menjadi jauh lebih berat.

Karena itu, tanyakan kepada diri sendiri:

“Apakah saya benar-benar tertarik dengan bidang kesehatan?”

Jika jawabannya iya, barulah bandingkan program studi dan kampus.

Cara Survei Kampus Sebelum Mendaftar

Jika memungkinkan, lakukan kunjungan langsung.

Saat datang ke kampus, perhatikan:

  • kondisi ruang kelas
  • laboratorium
  • perpustakaan
  • lingkungan kampus
  • akses transportasi
  • pelayanan administrasi
  • fasilitas mahasiswa
  • suasana belajar

Tanyakan juga kepada mahasiswa aktif mengenai pengalaman mereka.

Pertanyaan yang bisa diajukan misalnya:

  • Bagaimana sistem pembelajarannya?
  • Seberapa sering praktikum?
  • Bagaimana praktik lapangan?
  • Apakah jadwal kuliah padat?
  • Bagaimana pelayanan akademiknya?
  • Apa saja biaya tambahan?
  • Bagaimana pengalaman mahasiswa saat praktik?

Pengalaman mahasiswa dapat menjadi perspektif tambahan, tetapi tetap perlu dibandingkan dengan informasi resmi kampus.

Gunakan Sumber Resmi untuk Informasi Penting

Informasi mengenai biaya, akreditasi, program studi, fasilitas, dan kerja sama dapat berubah.

Karena itu, sumber utama sebaiknya berasal dari website resmi kampus atau lembaga pemerintah terkait.

Untuk informasi regulasi pendidikan tinggi, calon mahasiswa dapat memeriksa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta database pendidikan tinggi yang tersedia.

Untuk informasi terkait profesi dan tenaga kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dapat menjadi sumber rujukan penting.

Cara ini jauh lebih aman daripada mengandalkan unggahan media sosial yang tidak jelas sumbernya.

Checklist Memilih Kampus Kesehatan

Sebelum menentukan pilihan, calon mahasiswa dapat menggunakan checklist berikut:

  • program studi sesuai minat
  • status perguruan tinggi jelas
  • status program studi dapat diverifikasi
  • kurikulum tersedia
  • fasilitas sesuai kebutuhan
  • laboratorium relevan
  • praktik lapangan jelas
  • dosen sesuai bidang
  • biaya transparan
  • lokasi sesuai kemampuan
  • tersedia informasi pendidikan lanjutan
  • lingkungan kampus sesuai gaya belajar
  • prospek karier sesuai tujuan

Semakin banyak poin yang dapat diverifikasi, semakin kuat dasar keputusan yang dibuat.

Jadi, STIKES atau Universitas?

Pada akhirnya, tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua calon mahasiswa.

STIKES dapat lebih cocok bagi mahasiswa yang sudah memiliki tujuan jelas di bidang kesehatan dan menyukai lingkungan akademik yang fokus pada rumpun kesehatan.

Universitas dapat lebih cocok bagi mahasiswa yang menginginkan lingkungan multidisiplin dan kesempatan berinteraksi dengan berbagai bidang ilmu.

Tetapi pilihan tersebut tetap harus dikembalikan kepada kualitas program studi.

Jika ingin masuk S1 Keperawatan, bandingkan program S1 Keperawatan di beberapa kampus.

Jika ingin mengambil D3 Kebidanan, bandingkan program kebidanan.

Jika tertarik pada S1 Kesehatan Masyarakat, bandingkan kurikulum dan fasilitas kesehatan masyarakat.

Dengan begitu, keputusan tidak hanya didasarkan pada apakah institusinya bernama STIKES atau universitas.

Cara Cepat Menentukan Pilihan

Bagi calon mahasiswa yang masih bingung, gunakan urutan sederhana berikut:

Pertama, tentukan jurusan.

Jangan memilih kampus sebelum mengetahui bidang yang ingin dipelajari.

Kedua, tentukan target karier.

Cari tahu jenjang pendidikan yang diperlukan.

Ketiga, cari beberapa kampus.

Jangan hanya memilih satu pilihan.

Keempat, bandingkan program studi.

Periksa kurikulum, fasilitas, dosen, praktik, dan status program studi.

Kelima, hitung biaya total.

Masukkan biaya kuliah dan biaya hidup.

Keenam, cek informasi resmi terbaru.

Pastikan informasi yang digunakan masih berlaku.

Ketujuh, pilih kampus yang paling sesuai.

Bukan kampus yang paling terkenal, tetapi kampus yang paling mendukung tujuan pendidikan.

happy Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Happy
0 %
sad Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Sad
0 %
excited Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Excited
0 %
sleepy Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Sleepy
0 %
angry Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Angry
0 %
surprise Kuliah di STIKES atau Universitas, Mana yang Lebih Cocok untuk Jurusan Kesehatan?
Surprise
0 %

You May Have Missed